Federal Reserve mempertahankan kisaran suku bunga acuannya pada 3,50%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini diambil dengan suara 10-2, meskipun dua anggota Komite menolak pemotongan sebesar 25 basis poin. Dalam pernyataan kebijakan, bank sentral menegaskan bahwa aktivitas ekonomi menunjukkan momentum yang kuat meskipun penambahan pekerjaan relatif rendah dan tingkat pengangguran tampak stabil. Secara garis besar, kebijakan tetap bergantung pada data masa depan dan fokus pada dua tujuan utama, yakni maksimum penyerapan tenaga kerja dan penurunan inflasi menuju target 2%.
Para pejabat menegaskan bahwa inflasi tetap agak tinggi dan ketidakpastian prospek ekonomi tetap tinggi. Mereka menekankan bahwa kebijakan di masa depan akan sangat bergantung pada data yang masuk, sambil mengulangi fokus pada pemulihan lapangan pekerjaan. Komite juga menyoroti risiko pada kedua sisi mandat ganda dan berjanji untuk menjaga sinyal kebijakan agar inflasi kembali menuju target 2%.
Setelah rilis kebijakan, reaksi pasar terlihat cukup terkonsolidasi karena hasilnya secara umum sesuai ekspektasi. Dolar AS menunjukkan dukungan yang berkelanjutan, dengan indeks dolar (DXY) berada di sekitar 96,70 setelah sebelumnya melemah ke level terendah empat tahun. Pelaku pasar kini menanti konferensi pers Ketua The Fed untuk petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan moneter ke depan.
USD/JPY diperdagangkan dekat 153,92, naik hampir 1% pada hari itu seiring dengan tekanan terhadap Yen yang lebih lemah terhadap Greenback. Pergerakan ada di latar belakang pola kebijakan yang telah diantisipasi pasar, mendorong dolar menuju level lebih tinggi dibanding sebelumnya. Meski demikian, dinamika teknikal menunjukkan adanya area konsolidasi yang biasa terjadi setelah rilis besar.
Investors menantikan konferensi pers pasca-pertemuan The Fed untuk memberi petunjuk mengenai jalur kebijakan di masa depan, terutama terkait waktu dan laju pemangkasan suku bunga. Sinyal dari Powell diharapkan dapat membantu memperjelas jalur kebijakan hingga beberapa bulan ke depan. Sementara itu volatilitas cenderung menenangkan segera setelah kebijakan diumumkan karena hasilnya telah sepenuhnya diantisipasi.
Analisis risiko menunjukkan bahwa jika data pekerjaan dan inflasi berikutnya terus mendukung kebijakan hawkish, USD/JPY berpotensi mempertahankan tren kenaikan jangka pendek. Namun jika data menunjukkan pelemahan ekonomi atau pelonggaran tenaga kerja, pasangan ini bisa melihat koreksi menuju area sebelumnya. Pelaku pasar disarankan memperhatikan manajemen risiko dan plan B jika volatilitas muncul.