Para analis OCBC Sim Moh Siong dan Christopher Wong menyebut USDJPY terjebak dalam rentang pergerakan setelah BoJ mempertahankan kebijakan dengan nada hawkish. Kebijakan itu menjaga suku bunga pada 0.75 persen dan memberikan panduan yang relatif berhati-hati kepada pelaku pasar. Kondisi ini membuat yen menguat sedikit tetapi kemajuan harga tidak signifikan pada sesi terakhir.
Faktor harga minyak yang tetap tinggi menjadi penahan utama bagi penurunan USDJPY. Analisis mereka menunjukkan bahwa dorongan turun ke level sekitar 158 hampir terhambat oleh risiko terkait minyak yang tetap tinggi. Dalam konteks teknikal, level di 158 menjadi zona penting yang perlu diawasi karena peluang lanjutan bisa berkurang jika minyak tetap menguat.
Di sisi atas, potensi rally ke zona 160an berisiko memicu respons intervensi dari otoritas keuangan untuk menstabilkan pasar. Mereka menekankan bahwa langkah tersebut bertujuan mengarahkan pasangan kembali ke level sekitar 155. Secara keseluruhan, para analis tetap berhati-hati terhadap yen dan mempertahankan proyeksi USDJPY pada 155 untuk akhir 2026.
Harga minyak yang tetap tinggi menjadi faktor utama yang membatasi gejolak yen terhadap dolar. Kebijakan BoJ tidak berubah secara signifikan menambah daya tahan bagi USDJPY di kisaran ini. Secara umum, sentimen pasar lebih banyak dipengaruhi oleh harga minyak dan ekspektasi kebijakan bank sentral Jepang.
Kementerian Keuangan dipandang memiliki kesiapan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menjaga stabilitas kurs. Ekspektasi terhadap tindakan MoF ini menjadi faktor pembatas pada pergeseran besar, terutama di sekitar level 160.
Analisa OCBC menekankan kehati-hatian terhadap yen dan menegaskan target USDJPY akhir 2026 di 155, meski dinamika pasar tetap penuh bias pada data minyak dan kebijakan pemerintah.
Target akhir tahun 2026 yang disampaikan para analis adalah USDJPY di 155; meski demikian, jalannya pasar menghadapi sejumlah risiko. Penentuan target ini mencerminkan ekspektasi bahwa volatilitas akan tetap terbatas oleh intervensi dan faktor minyak.
Bagi pelaku pasar, saran utama adalah menjaga kehati-hatian dan memantau sinyal fundamental dari BoJ dan MoF untuk menghindari kejutan pasar. Perubahan kebijakan atau fluktuasi harga minyak dapat mengubah ekuilibrium pasar secara signifikan.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah USDJPY cenderung bergerak dalam rentang dengan batas atas dekat 160 dan batas bawah sekitar 158, tergantung pada dinamika minyak dan kebijakan otoritas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca investasi. Pelaku pasar disarankan terus memantau perubahan kebijakan BoJ dan MoF.