Wall Street dibuka dengan gerak variatif yang mencerminkan kombinasi optimisme terhadap kemajuan AI dan keprihatinan atas biaya investasi jangka panjang. Investor menimbang potensi peningkatan produktivitas dari teknologi AI dengan respons pasar terhadap laba perusahaan-perusahaan besar. Sentimen awal cukup dinamis karena beberapa perusahaan menunjukkan sinyal tumbuh terkait ekosistem AI, sementara yang lain menghadapi penyesuaian harga akibat ekspektasi investor.
Perdagangan pembukaan menunjukkan pergeseran arah indeks utama. Dow Jones Industrial Average terangkat sekitar 0,13%, sedangkan S&P 500 melemah tipis dan Nasdaq Composite mengalami penurunan pada bel pembukaan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa pasar mencoba menyeimbangkan antara dorongan laba dan risiko belanja perangkat keras AI yang tinggi.
Di tengah lanskap itu, Nvidia tampil dengan laporan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi, meskipun sahamnya justru turun. Pemberi saham besar di sektor AI mengindikasikan bahwa hasilnya kuat secara historis, tetapi investor menimbang biaya dan efisiensi belanja klien yang dapat menahan kenaikan nilai saham dalam jangka pendek. CEO Jensen Huang menegaskan bahwa permintaan pelanggan untuk komputasi AI tetap kuat, sambil mencatat bahwa belanja modal pelanggan perlu diiringi peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.
Selain Nvidia, beberapa raksasa teknologi menghadapi dinamika yang sama: laba yang kuat tidak selalu berarti pemulihan saham secara instan, karena kekhawatiran bahwa belanja AI bisa berkurang di masa depan memengaruhi harga. Nvidia tetap menjadi indikator utama bagi arah pasar karena kapitalisasi pasarnya yang sangat besar, sehingga pergerakannya cenderung memengaruhi indeks utama secara luas.
Salesforce melaporkan laba kuartalan yang lebih kuat dari ekspektasi analis dan membukukan lonjakan harga sekitar 1,4% pada hari itu. Perusahaan juga menegaskan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham hingga 50 miliar dolar AS dan meningkatkan dividen sekitar 6%, langkah yang dianggap menopang kepercayaan investor meskipun tingkat pertumbuhan pendapatan untuk fiskal ini berada pada kisaran 10–11% dengan beberapa konsensus lebih tinggi.
Namun, para investor memperhatikan bahwa pesaing berbasis AI dan perubahan teknologi dapat menggerus posisi Salesforce di pasar layanan manajemen hubungan pelanggan. Selain itu, sektor-sektor seperti logistik dan keuangan turut menghadapi tekanan karena risiko disintermediasi berkat kemajuan AI, menambah ketidakpastian bagi investor yang melihat bagaimana perusahaan-perusahaan akan mengatur belanja AI di masa depan.