Wall Street Menguat Didukung Lonjakan Saham Teknologi AMD; Tariff Trump dan Ancaman AI Jadi Sorotan Pasar

Wall Street Menguat Didukung Lonjakan Saham Teknologi AMD; Tariff Trump dan Ancaman AI Jadi Sorotan Pasar

trading sekarang

Bursa Wall Street melompat dengan kejutan teknologi yang dipimpin AMD, seolah menandai babak baru optimisme di tengah bayangan AI dan kekhawatiran perdagangan global. Lonjakan tersebut mengangkat sentimen investor meski risiko makro masih membayangi pasar. Para pelaku pasar menilai bagaimana kepemimpinan inovasi dapat menjaga momentum laba di tengah kebijakan perdagangan yang terus berubah.

S&P 500 naik 0,8% menjadi 6.891,04 poin, Nasdaq Composite menguat 1,1% ke 22.863,68, dan Dow Jones naik 0,8% pada penutupan di 49.174,81. Pergerakan ini menandai sebuah pengembalian yang relatif moderat setelah tren mingguan yang bergejolak. Sinyal teknikal menunjukkan adanya pembalikan dari periode volatil yang membayangi belakangan ini.

Menurut analis dari Cetro Trading Insight, AMD tetap menjadi sinyal bahwa sektor teknologi masih menjadi penopang utama pasar. Namun para pelaku pasar juga menyoroti ketidakpastian perdagangan global dan kekhawatiran terkait AI yang berpotensi mengubah pola pengeluaran konsumen. Menurut Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, respons pasar adalah bagian dari gejolak volatilitas yang berlangsung sepanjang tahun.

Tarif 10% baru mulai berlaku pada tengah malam, setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif timbal balik Trump. Tarif ini lebih rendah dari yang diungkapkan sebelumnya, yakni 15%, dan komunikasinya dilakukan melalui layanan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Para pelaku pasar menilai bagaimana perubahan tarif akan meningkatkan biaya impor dan berdampak pada margin perusahaan.

Gedung Putih berupaya menyampaikan perintah resmi untuk menaikkan tarif menjadi 15%, meski kepastian hukum dan penerapannya masih diperdebatkan. Para pelaku pasar berharap kebijakan ini tidak merugikan laba perusahaan serta memperhitungkan dampak rantai pasokan global. Sinyal kebijakan perdagangan tetap menjadi sumber volatilitas tambahan bagi pasar ke depan.

FedEx (FDX) mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS untuk meminta pengembalian dana penuh atas tarif darurat yang dibayarkan selama setahun terakhir, menandai contoh pertama dari gelombang gugatan korporasi terhadap kebijakan tarif Trump. Perusahaan lain juga dilaporkan mempertimbangkan langkah hukum serupa. Keputusan Mahkamah Agung soal pendapatan dari tarif ilegal sekitar 160 miliar dolar menambah ketidakpastian bagi sektor logistik dan manufaktur.

Koreksi Prospek Konsumen dan Reaksi Pasar Terhadap Ketidakpastian Jangka Panjang

Citrini Research merilis analisis yang memperkirakan skenario di mana AI dapat memicu pengangguran massal di kalangan pekerja kerah putih, menekan belanja konsumen, meningkatkan risiko gagal bayar, dan pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi. Analisis ini membentuk kerangka risiko bagi investor yang mengandalkan ketahanan permintaan konsumen dan siklus investasi teknologi.

Di sisi lain, pergerakan rata-rata harian menunjukkan volatilitas, dengan S&P 500 sempat turun 2,8% pada pertengahan Januari, lalu rebound 3,1%, diikuti penurunan 3,2% pada akhir Januari hingga awal Februari, sebelum naik lagi sebesar 3,1% dan akhirnya pulih sekitar 1,7% dari level terendah.

Investor saat ini menimbang arah kebijakan AI, potensi perubahan tarif, dan bagaimana perusahaan seperti AMD serta pelaku logistik menavigasi lanskap kebijakan yang berubah. Pembaca disarankan memantau rilis data ekonomi dan pernyataan otoritas terkait sebagai kunci pemahaman arah pasar menuju kuartal berikutnya.

broker terbaik indonesia