Wall Street rebound didorong oleh penurunan minyak dan fokus pada FOMC

Wall Street rebound didorong oleh penurunan minyak dan fokus pada FOMC

Signal D/JIABUY
Open47000
TP47525
SL46650
trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, pemaparan pasar AS mengalami rebound luas pada Senin, sejalan dengan berkurangnya ketakutan atas Selat Hormuz yang memicu penurunan harga minyak. Sentimen risiko meningkat dan saham-saham utama menunjukkan kinerja positif. Dow Jones naik sekitar 1,2%, menembus di atas level 47.000, sementara S&P 500 bergerak kembali mendekati 6.700 dan Nasdaq Composite menguat lebih dari 1,2% menuju sekitar 22.400. Pemulihan ini menandai berakhirnya tren turun tiga pekan untuk indeks utama AS tersebut.

Faktor utama di balik reli ini adalah meredanya risiko geopolitik di sekitar jalur minyak serta penurunan harga minyak mentah yang mendongkrak prospek keuntungan ritel dan stabilitas imbal hasil. Laporan akhir pekan menunjukkan bahwa kapal-kapal membawa LPG diperbolehkan melintas Selat Hormuz, memberikan sinyal kelonggaran bagi ekspor energi ke negara mitra. Harga WTI turun mendekati $95 per barel, sementara Brent juga mengalami koreksi signifikan.

Penurunan minyak turut meredakan tekanan pada sektor konsumen dan menekan imbal hasil obligasi, membuat kurva imbal hasil menjadi lebih lunak. Imbal hasil 10-tahun turun sekitar 4,22%, mendukung valuasi ekuitas secara luas dan meningkatkan prospek laba perusahaan yang sensitif terhadap siklus ekonomi.

Sektor teknologi dan semikonduktor menjadi motor penggerak sesi tersebut, didorong pembukaan konferensi Artificial Intelligence Conference tahunan Nvidia di San Jose. Nvidia naik sekitar 2,4% seiring investor menindaklanjuti kemajuan komputasi akselerasi yang dipaparkan CEO Jensen Huang.

Optimisme meluas ke nama-nama chip lain, dengan Micron melonjak lebih dari 5% menjelang laporan pendapatannya, Intel naik sekitar 6%, dan Seagate mendekati kenaikan 6%. Di dalam Dow, Caterpillar dan Goldman Sachs juga menjadi kontributor utama kenaikan, sementara penurunan imbal hasil membantu saham-sensitif siklus dan keuangan.

Indeks volatilitas turun lebih dari 7%, kembali mendekati 25, menandakan peningkatan kepercayaan jangka pendek terhadap prospek sektor AI infrastruktur utama yang terkait dengan belanja teknologi.

FOMC dan fokus kebijakan

Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dua hari menghadirkan fokus besar bagi pasar, dengan keputusan suku bunga pada hari Rabu dan rilis proyeksi ekonomi (SEP) menjadi penentu arah. Perkiraan pasar menunjukkan probabilitas sekitar 92–94% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada rentang 3,50%–3,75%.

SEP dipandang penting karena akan memasukkan dampak ekonomi dari konflik di Iran, lonjakan harga minyak, dan tarif global 15% yang diberlakukan. Sinyal pemotongan suku bunga telah bergeser dari Juni menuju Desember, dengan Goldman Sachs memprediksi pemotongan pada September dan Desember, sedangkan Barclays menurunkan ekspektasi menjadi satu pemotongan pada September.

Konteks kebijakan akan semakin jelas setelah Ketua Powell menyampaikan konferensi pers pada pukul 19:30 GMT pada hari Rabu, menjelang tindak lanjut kebijakan di kuartal berikutnya. Pasar menilai pernyataan tersebut sebagai arahan utama meskipun faktor geopolitik tetap menjadi risiko utama di muka.

broker terbaik indonesia