Di tengah tekanan industrinya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki neraca melalui penurunan utang secara signifikan sepanjang 2025. Langkah ini dipandang sebagai fondasi utama bagi stabilitas arus kas dan kelangsungan operasional perusahaan di masa yang penuh tantangan. Upaya ini juga menegaskan fokus perusahaan pada efisiensi biaya keuangan sambil menjaga kelangsungan kegiatan inti.
Penurunan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun atau sekitar 5,9 persen serta utang usaha sebesar Rp1,79 triliun atau 29,5 persen merupakan bagian dari upaya menata struktur modal. Secara strategis, langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan arus kas di tengah tekanan industri konstruksi dan kebutuhan likuiditas yang lebih terjaga. Keseimbangan antara biaya utang yang lebih rendah dan arus kas operasional yang lebih stabil menjadi fokus utama manajemen.
Secara operasional, kinerja keuangan 2025 menunjukkan gambar yang beragam. Pendapatan neto turun sekitar 31 persen menjadi Rp13,3 triliun, yang berkontribusi pada kerugian bersih Rp9,75 triliun. Beban keuangan juga menurun menjadi Rp2,97 triliun, turun 9,4 persen dibandingkan tahun 2024. Di sisi neraca, total liabilitas per 31 Desember 2025 tercatat Rp48,46 triliun, turun sekitar 6 persen dari Rp50,59 triliun pada tahun sebelumnya. Ekuitas perusahaan berada di Rp1,68 triliun, mengindikasikan sebagian besar pembiayaan berasal dari utang.
Analisis rinci menunjukkan arus kas dari aktivitas operasi mengalami defisit Rp348 miliar di akhir 2025, berbanding terbalik dengan posisi positif Rp68 miliar pada 2024. Meskipun demikian, kas dan setara kas tetap terjaga di level Rp2,75 triliun karena adanya penarikan pinjaman dan pengembalian investasi pada venture bersama. Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa langkah perbaikan meliputi 8 stream penyehatan untuk menjaga arus kas dan kelangsungan operasional.
| Aspek | Nilai 2025 | Catatan |
|---|---|---|
| Pendapatan neto | Rp13,3 triliun | Turun 31% |
| Laba bersih | Rugi Rp9,75 triliun | Dipengaruhi tekanan pendapatan |
| Utang berbunga | Rp2,08 triliun turun | -5,9% |
| Utang usaha | Rp1,79 triliun turun | -29,5% |
| Beban keuangan | Rp2,97 triliun | Turun 9,4% |
| Liabilitas total | Rp48,46 triliun | Turun 6% |
| Ekuitas | Rp1,68 triliun | Menandai pembiayaan utang |
| Kas & setara | Rp2,75 triliun | Kondisi likuiditas tetap terjaga |
Dalam upaya meningkatkan keseimbangan neraca, WIKA menegaskan pelaksanaan 8 stream penyehatan keuangan yang fokus pada restrukturisasi biaya, peningkatan efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas piutang. Upaya ini terlihat dari penurunan nilai piutang yang mencapai Rp1,89 triliun pada akhir 2025, turun 29,2 persen dari akhir 2024. Strategi ini diproyeksikan sebagai fondasi untuk memperbaiki arus kas serta menata modal kerja perusahaan.
Emin, yang akrab dipanggil, menegaskan bahwa transformasi ini memerlukan dukungan dari semua pihak terkait, termasuk pemegang saham, kreditur, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan. WIKA menyatakan akan melanjutkan komunikasi intensif dengan pemegang saham mayoritas, khususnya PT Danantara Asset Management, untuk memastikan dukungan diperlukan. Selain itu, kreditur akan diajak untuk mendukung rencana penyehatan perseroan secara menyeluruh.
Ke depan, perseroan akan melanjutkan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan melakukan divestasi aset yang belum memberikan laba bagi perseroan. Langkah operasional terus ditekankan melalui transformasi kinerja transaksi dan pengelolaan piutang agar operasional dapat berjalan lebih efisien. Secara keseluruhan, analisis kami melihat fokus pada perbaikan neraca dan arus kas sebagai fondasi untuk keberlangsungan jangka panjang meskipun saat ini laba masih menantang.