PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mengumumkan rencana pembagian saham bonus dan dividen tunai dengan total nilai Rp44 miliar. Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan BEI pada 6 April 2026. Cetro Trading Insight menilai langkah ini menunjukkan upaya perusahaan menjaga likuditas melalui kapitalisasi modal disetor untuk laporan tahun buku 2025.
Rencana ini melibatkan pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor dan tidak langsung menambah kas publik. Dalam praktiknya, saham bonus memungkinkan perbesaran jumlah lembar saham tanpa monetisasi kas, sehingga pemegang saham lama mendapat bagian yang lebih luas. Investor disarankan untuk memahami mekanisme rasio 65:1 dan tanggal-tanggal hak yang terkait.
Sewaktu bersamaan, perusahaan juga mengumumkan pembagian dividen tunai final sebesar Rp8,8 miliar, atau Rp2 per saham, sebagai bagian dari paket remunerasi kepada pemegang saham. Rincian pembayaran dividen ini akan ditetapkan sesuai keputusan RUPSLB dan persetujuan pemegang saham. Secara umum, aksi korporasi ini diposisikan sebagai langkah untuk memperkuat posisi keuangan sambil menjaga daya tarik investor.
Saham bonus yang akan dibagikan berjumlah 67.810.842 lembar, dengan rasio 65:1. Artinya setiap 65 saham lama akan menghasilkan 1 saham bonus baru. Nilai total saham bonus berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor untuk tahun buku 2025 sebesar Rp605,53 miliar. Angka ini menunjukkan perusahaan mengoptimalkan cadangan modal untuk meningkatkan jumlah lembar saham tanpa menambah beban kas.
Jumlah saham bonus ini setara dengan bagian saham yang akan diteruskan kepada pemegang yang memenuhi syarat, sehingga kas perusahaan tetap terjaga. Pembagian saham bonus bukanlah dividen tunai, sehingga hak investor untuk menerima saham baru tidak mengurangi posisi likuiditas perusahaan. Proses ini akan diatur sesuai ketentuan pasar modal setelah persetujuan RUPSLB.
Hak atas saham bonus akan ditentukan bagi pemegang yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 29 Mei 2026. RUPSLB untuk persetujuan aksi ini dijadwalkan pada 13 Mei 2026, menurut informasi BEI. Investor disarankan memantau tanggal-tanggal kunci tersebut untuk memastikan partisipasi hak-haknya.
Langkah pembagian saham bonus melalui kapitalisasi modal disetor mencerminkan upaya WINS untuk menjaga kepemilikan saham tanpa menambah beban kas. Pemegang saham akan melihat peningkatan jumlah lembar saham mereka, meskipun nilai per saham bisa terdampak oleh dinamika pasar. Secara umum, perubahan kepemilikan ini dapat berdampak pada likuiditas saham dalam jangka pendek hingga menengah.
RUPSLB yang dijadwalkan menambah kepastian hak pemegang saham atas bonus saham dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan pasar modal. Pelaku pasar perlu memperhatikan hasil RUPSLB karena keputusan tersebut bisa memicu reaksi harga. Investor hendaknya mengevaluasi bagaimana aksi ini selaras dengan strategi investasi jangka panjang mereka.
Di konteks pasar Indonesia, aksi WINS menunjukkan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dengan kebutuhan modal. Pergerakan harga pasca-pengumuman, serta visibilitas jadwal DPS dan RUPSLB, akan menjadi faktor kunci dalam penilaian risiko dan peluang saham WINS.