Wintermar Offshore Marine (WINS): Laba Inti Naik, Armada DP, dan Rencana Ekspansi 2026
Di lanskap industri migas yang kompetitif, Wintermar Offshore Marine Tbk menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi melalui fokus pada layanan manajemen kapal berbasis imbalan jasa. Menurut evaluasi Cetro Trading Insight, platform berita ekonomi milik Cetro Trading Insight, laba bersih perseroan pada 2025 tercatat USD 20 juta, turun 11 persen dibanding tahun sebelumnya, meski rupiah setara Rp 334 miliar. Angka ini menggambarkan dinamika pasar yang menantang namun tetap dikelola dengan bijaksana.
Pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai USD 81,3 juta, turun 1,3 persen YoY. Segmen charter menanggung penurunan drastis sebesar 64,3 persen menjadi USD 4,9 juta, menandai tekanan pada aktivitas penyewaan kapal. Sebaliknya, segmen kapal milik tumbuh 14 persen menjadi USD 70,7 juta, menjadi penopang utama kinerja topline.
Menurut manajemen pada Selasa (17/3/2026), keputusan ini diarahkan untuk meningkatkan skalabilitas melalui model manajemen kapal berbasis imbalan. Peningkatan pendapatan segmen jasa lainnya mencapai USD 5,7 juta meski turun 12 persen. Meski utilisasi 2025 lebih rendah dibanding 2024 karena faktor geopolitik dan proyek pengeboran jangka pendek yang masih berada pada tahap awal, hal ini diimbangi oleh peningkatan kontribusi kapal yang dilengkapi Dynamic Positioning DP.
Untuk 2026, perseroan menegaskan fokus pada ekspansi armada Dynamic Positioning DP. Dengan arus kas yang lebih kuat, Wintermar berencana membeli kapal baru atau melakukan akuisisi untuk meningkatkan kapasitas layanan DP, sehingga mampu memenuhi potensi peningkatan permintaan OSV.
Perkiraan belanja modal (capex) 2026 diperkirakan dua kali lipat dibanding realisasi 2025 sebesar USD 41,8 juta. Alokasi ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan menjaga kualitas layanan, khususnya kapal-kapal dengan sistem DP yang lebih canggih.
Hingga akhir 2025, perusahaan memiliki kontrak berjalan senilai USD 59,1 juta, memberikan dasar pendapatan yang stabil untuk ekspansi. Keputusan ini selaras dengan strategi peningkatan proporsi armada DP yang bernilai lebih tinggi, sehingga utilisasi dan pendapatan bisa lebih kuat di tahun mendatang.
Secara fundamental, kinerja 2025 menunjukkan laba inti meningkat meski pendapatan turun, didorong oleh margin yang lebih baik dan perbaikan struktur biaya melalui pergeseran armada. Transformasi model bisnis menuju manajemen kapal berbasis jasa juga berpotensi meningkatkan skalabilitas dan arus kas perseroan.
Rencana ekspansi DP pada 2026 menawarkan peluang jangka menengah bagi harga saham WINS, karena kapasitas tinggi berpotensi meningkatkan utilisasi kapal serta pendapatan berulang dari kontrak OSV berharga. Namun realisasi tren pasar minyak dan aktivitas pengeboran tetap menjadi faktor penentu utama arah kinerja ke depan.
Walau demikian, informasi harga saham saat ini tidak disertakan dalam laporan ini, sehingga sinyal perdagangan tidak dapat ditetapkan secara tegas. Karena itu, rekomendasi trading untuk WINS dinilai netral dengan sinyal no, sambil investor memantau pelaksanaan capex dan penyelesaian kontrak berjalan sebagai indikator utama.