WMUU mengumumkan rencana penambahan modal melalui PMHMETD, atau rights issue, untuk menerbitkan 6,1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Langkah ini dirancang untuk memperkuat struktur modal perseroan dan menjaga kelangsungan operasional di tengah dinamika pasar. Dalam Prospektus yang dirilis Senin, 23 Februari 2026, manajemen menegaskan komitmen pemegang saham untuk mendukung aksi korporasi ini. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai hak issuing ini sebagai strategi relevan untuk mempertahankan eksposur investor meski dihadapkan pada risiko volatilitas harga saham.
Sebagian pelaksanaan rights issue akan dilakukan melalui konversi hak tagih induk usaha, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), kepada WMUU. Dana hasil PMHMETD setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan. WMPP, sebagai pemegang saham pengendali, menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya melalui konversi piutang menjadi saham, sehingga rasio pinjaman terhadap ekuitas diperkirakan menurun. Langkah ini diyakini dapat memperbaiki struktur permodalan perseroan dan memperkuat posisi keuangan menjelang momentum strategi operasional.
Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan. WMUU menjadwalkan RUPSLB pada 2 April 2026 untuk mendapatkan persetujuan atas aksi korporasi ini. Dari sisi operasional, meskipun WMUU masih mencatatkan rugi bersih, strategi efisiensi telah mendorong penjualan bersih tumbuh signifikan. Cetro Trading Insight memandang langkah ini sebagai fondasi untuk kelayakan keuangan jangka menengah sambil menjaga fokus pada likuiditas perusahaan.
Menurut laporan keuangan WMUU, rugi bersih tercatat Rp69,57 miliar hingga September 2025, menurun sekitar 31,65 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun penjualan bersih melompat 111,87 persen menjadi Rp505,7 miliar, didorong efisiensi operasional dan perbaikan proses produksi. Kondisi ini menandai transisi dari kerugian berkelanjutan menuju momentum peningkatan volume penjualan meskipun laba bersih belum kembali positif.
Strategi efisiensi yang diterapkan perseroan telah menjadi motor utama rebound penjualan, dengan fokus pada pengendalian biaya, optimisasi rantai pasokan, dan peningkatan produktivitas. WMUU juga menilai bahwa program efisiensi telah membantu memperbaiki struktur biaya meskipun ada tantangan pelemahan margin pada beberapa lini usaha. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga operasional meski situasi keuangan menantang.
Secara keseluruhan, meskipun laporan keuangan menunjukkan tren rugi, kinerja operasional memberikan indikasi awal pemulihan dan potensi kontribusi dari rights issue jika berhasil meningkatkan likuiditas. Penilaian ini memperhitungkan adanya langkah manajemen untuk mengoptimalkan modal kerja dan memperkuat posisi perseroan dalam menghadapi dinamika pasar. Cetro Trading Insight menilai bahwa fondasi operasional yang lebih solid bisa membuka peluang perbaikan kinerja ke depan.
Rencana HMETD akan diajukan untuk persetujuan melalui RUPSLB pada 2 April 2026; WMPP selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan konversi piutang menjadi saham, sehingga beban hutang berkurang dan rasio pinjaman terhadap ekuitas diperkirakan melunak. Dampak ini diharapkan memperbaiki struktur modal perseroan dan meningkatkan kapasitas WMUU untuk mendanai program operasional serta inisiatif efisiensi. Dana yang terkumpul dari HMETD juga akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, menjaga likuiditas, serta memberikan ruang bagi manajemen untuk menjalankan rencana strategis ke depan.
Namun pemegang saham yang tidak mengambil hak HMETD tetap berisiko mengalami dilusi kepemilikan. Ketidakikutsertaan dalam HMETD akan mengurangi persentase kepemilikan relatif terhadap total saham beredar setelah rights issue. Oleh karena itu, para investor dianjurkan memantau perkembangan RUPSLB dan kebijakan pelaksanaan HMETD untuk menilai dampaknya terhadap posisi kepemilikan jangka panjang.
Secara umum, langkah ini diharapkan memberikan stabilitas finansial jangka pendek sambil perseroan menilai peluang pertumbuhan di segmen unggas. Dengan adanya peningkatan likuiditas melalui konversi piutang dan penambahan modal, WMUU berpotensi menjaga arus kas operasional dan melanjutkan program efisiensi. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan aksi korporasi ini dan implikasinya bagi harga saham serta prospek kinerja di masa mendatang.