Harga WTI bergerak mendekati level tertinggi empat bulan, sekitar 63,60 per barel pada pembukaan sesi Asia Kamis. Data EIA menunjukkan stok minyak mentah di AS mengalami penurunan mingguan yang signifikan, memberi dukungan pada sentimen bullish. Katalis utama adalah pertanda bahwa permintaan minyak kemungkinan lebih kuat, tercermin dari penurunan stok tersebut.
Menurut laporan EIA untuk minggu yang berakhir 24 Januari, stok minyak mentah AS turun 2,296 juta barel dibandingkan kenaikan 3,602 juta barel pada minggu sebelumnya. Penurunan yang tidak terduga ini menambah bukti bahwa konsumsi bahan bakar sedang pulih. Pasar merespons positif terhadap sinyal permintaan yang lebih kuat di tengah volatilitas geopolitik global.
Selain itu, Reuters melaporkan kapal induk AS dan kapal pendukung telah tiba di Timur Tengah, menambah kemampuan AS untuk mempertahankan pasukan atau mengambil tindakan militer terhadap Iran. Pada hari Rabu, Trump mendorong Tehran untuk berdialog dan mencapai kesepakatan yang adil, sambil mengingatkan bahwa opsi militer tetap di meja. Ketegangan geopolitik yang meningkat meningkatkan risiko pasokan bagi produsen minyak terbesar keempat di OPEC, menambah dinamika jangka pendek pada harga minyak.
Ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan pada minyak mentah dalam jangka pendek karena risiko gangguan pasokan. Selain itu, sentimen risiko investor dan perkiraan permintaan fisik dunia turut mendorong harga ke level yang lebih tinggi. Walau demikian, dinamika dolar AS dapat membatasi kenaikan bila mata uang tersebut menguat secara luas.
Di sisi lain, kebijakan dolar AS yang kuat memengaruhi pergerakan komoditas berdenominasi USD. Para analis menyoroti bagaimana fluktuasi dolar dapat menahan sebagian gains minyak jika investor beralih ke aset yang lebih likuid. Pemerintah AS menegaskan fokus pada fondasi ekonomi yang kokoh sebagai bagian dari kebijakan makroekonomi nasional.
Bagi pelaku pasar, sinyal perdagangan perlu dikelola dengan hati-hati. Meski data EIA dan risiko geopolitik mendukung potensi upside, penentuan entry, target profit, dan stop loss sebaiknya disesuaikan dengan volatilitas pasar. Pertimbangkan gearing risiko yang sesuai dan patuhi batas manajemen risiko untuk menjaga eksposur yang sehat.