WTI mendekati $60,35 didorong gejolak Iran dan lonjakan persediaan AS

Kondisi Geopolitik Iran dan Dampaknya pada Harga Minyak

WTI diperdagangkan sekitar $60,35 di sesi Asia. Pergerakannya tergolong tipis namun tetap berada di level tersebut. Para pelaku pasar menilai bahwa risiko geopolitik di wilayah Timur Tengah bisa memicu volatilitas harga.

Ketegangan sipil di Iran tetap menjadi faktor utama bagi dinamika harga minyak mentah. AS disebutkan sedang mempertimbangkan respons militer jika eskalasi berlanjut, dan para pelaku pasar mengawasi langkah-langkah itu dengan cermat. Laporan media menyebut AS telah memindahkan staf militer, sementara Iran memperingatkan tetangganya untuk tidak terlibat.

Secara jangka pendek, ketegangan itu dapat memberi dukungan terhadap harga, meskipun tanda-tanda meredanya ketegangan bisa menahan penurunan lebih lanjut. Investor menimbang risiko geopolitik terhadap peluang permintaan global. Trump menekankan ia tidak mengesampingkan tindakan, meskipun tidak ada rencana segera pada saat ini.

Faktor Fundamental: EIA Inventories dan Dinamika Pasokan

Laporan mingguan EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 3,391 juta barel untuk pekan yang berakhir 14 Januari. Angka itu menandai pembalikan dari tren saat pekan sebelumnya, ketika stok turun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kelebihan pasokan yang menekan harga jangka pendek.

Konsensus pasar memperkirakan penurunan sekitar 2,2 juta barel, membuat angka EIA lebih lemah dari ekspektasi. Akibatnya, kekuatan pasokan domestik menambah beban pada harga minyak. Analis menilai permintaan belum cukup pulih untuk mengimbangi lonjakan pasokan.

Kondisi fundamental saat ini menunjukkan dinamika antara supply dan risiko geopolitik yang bisa menahan atau mendorong pergerakan harga dalam sesi berikutnya. Pasar tetap mengawasi perkembangan Iran dan laporan permintaan global untuk menilai arah. Jika ketegangan di wilayah tersebut meningkat, ada peluang harga melambung meskipun data EIA kurang mendukung.

Outlook Jangka Pendek dan Strategi Perdagangan

Outlook jangka pendek dipenuhi volatilitas karena kombinasi faktor geopolitik dan data stok. Perkiraan harga tetap sensitif terhadap berita dari Iran. Volatilitas bisa meningkat seiring data baru dirilis, sehingga trader perlu memantau perkembangan secara berkala.

Secara teknikal, peluang naik akan muncul jika harga menembus level tertinggi sesi dan indikator menunjukkan sinyal bullish. Namun jika ketegangan mereda, harga bisa turun kembali dan tekanan pasokan tetap relevan. Investor disarankan menilai kedua sisi dinamika pasar sebelum mengambil posisi.

Kesimpulannya, tanpa sinyal jelas dari data saat ini, rekomendasi perdagangan sebaiknya dihindari. Para pelaku pasar perlu menunggu konfirmasi arah melalui rilis berita terbaru dan analisis grafik yang lebih tajam.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image