
Harga minyak mentah WTI menguat untuk hari keempat beruntun di sesi Asia, diperdagangkan sekitar 105.70 per barel. Ketegangan di jalur pelayaran Iran semakin membebani pasokan global dan meningkatkan volatilitas pasar komoditas energi. Pergerakan harga tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik yang bisa mengubah aliran minyak secara cepat.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade akan tetap diberlakukan hingga Teheran menerima kesepakatan nuklir. Ia menolak opsi membuka jalur pengiriman utama, menekankan bahwa tekanan ekonomi lebih efektif daripada tindakan militer. Pembimbing kebijakan menegaskan fokus pada hasil negosiasi bukan eskalasi militer.
Para pejabat Iran memperingatkan balasan jika blokade berlanjut, dengan tuduhan bahwa tekanan ekonomi berupaya menggoyahkan stabilitas internal negara. Ketegangan ini menambah risiko geopolitik bagi pasar minyak dan membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi besar. Sinyal pasar tetap tajam meski ada peluang retorika menyejukkan sesaat.
Data dari EIA menunjukkan persediaan minyak mentah turun drastis sebesar 6.233 juta barel untuk minggu yang berakhir 24 April, membalikkan kenaikan sebelumnya sebesar 1.925 juta barel. Penurunan stok ini mengindikasikan peningkatan tekanan pada pasokan global yang bisa menahan laju harga. Sementara itu, ekspor minyak mencapai rekor di atas 6 juta barel per hari, menandakan ketatnya keseimbangan pasokan di pasar internasional.
Kondisi pasokan yang lebih ketat didorong oleh permintaan tetap kuat dan dinamika rute ekspor. Para analis menilai bahwa data EIA dan arus ekspor menunjukkan bahwa pasar minyak global berada di ujung periode suplai yang longgar. Ketidakpastian geopolitik menambah faktor risiko bagi investor yang menimbang posisi long di WTI.
Konteks ini memperkuat proyeksi harga minyak yang cenderung mempertahankan tren naik meski volatilitas meningkat. Para pelaku pasar menantikan data mingguan berikutnya untuk menilai respons pasokan terhadap tekanan geopolitik. Dengan meningkatnya volatilitas, pergerakan harga bisa tetap bergejolak dalam rentang sempit maupun melejit jika ada berita utama baru.
Rising Middle East tensions memperkuat daya tarik sektor minyak dan gas Kanada bagi raksasa energi global. Ketertarikan ini terlihat pada pergeseran strategi operator besar yang mencari lini pasokan alternatif. Kebijakan dan infrastruktur Kanada dinilai dapat menambah stabilitas suplai bagi pasar global.
Langkah konkret terlihat lewat akuisisi Shell terhadap ARC Resources senilai 16,4 miliar dolar, menandai tren konsolidasi di sisi pasokan non Timur Tengah. Perusahaan seperti TotalEnergies, ConocoPhillips, Equinor, dan BP juga meninjau portofolio Kanada untuk potensi kerja sama atau akuisisi. Perubahan ini memperluas peluang bagi investor untuk paparkan eksposur ke minyak non konvensional.
Para pelaku pasar disarankan memantau perkembangan kebijakan perdagangan dan perubahan alokasi portofolio energi. Ketatnya pasokan global dan dinamika geopolitik menambah ketidakpastian, namun juga membuka peluang bagi strategi mengambil posisi yang sesuai. Analisis ini disusun untuk investor dan pembaca Cetro Trading Insight agar lebih memahami risiko serta peluang di pasar minyak dunia.