Jumat ini, para pelaku pasar menantikan rilis laporan pekerjaan AS untuk Februari, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran, dan inflasi upah. Data ini diperkirakan akan memberi gambaran tentang kekuatan konsumsi dan momentum ekonomi rumah tangga. Di saat yang sama, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh berita seputar krisis di Timur Tengah yang membayang-bayangi likuiditas global.
Setelah sidang Senat, DPR AS menolak upaya membatasi kemampuan Presiden untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran, menciptakan ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, pejabat Iran menegaskan bahwa mereka belum mengajukan gencatan senjata dan menolak negosiasi lebih lanjut dengan AS.
Harga minyak mentah naik untuk hari kelima beruntun, dengan WTI diperdagangkan di atas 80,50 dolar per barel. Secara mingguan, kenaikan WTI mendekati 20 persen, menunjukkan kekuatan suplai terkait risiko geopolitik. Indeks dolar AS juga menunjukkan ritme positif, menambah dukungan bagi aset-aset safe-haven dan menjaga volatilitas pasar secara umum.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik regional serta penilaian investor terhadap risiko geopolitik. Pelaku pasar menilai bahwa potensi gangguan pasokan di Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang mendorong aliran modal ke komoditas energi.
Dolar AS tetap kuat pasca pembukaan sesi, dengan indeks berada di wilayah safe haven, sekitar level 99,0. EUR/USD terpantau stabil di sekitar 1,1600, sambil para trader menantikan revisi data Employment Change dan GDP Q4 Zona Euro oleh Eurostat. Pergerakan ini menambah ketegangan pada pasangan mata uang utama.
Di Asia, kebijakan moneter Jepang dilanjutkan dengan langkah-langkah penyesuaian bertahap, sementara USD/JPY berada di wilayah konsolidasi sekitar 157,50. GBP/USD mencoba rebound ke area 1,3350, meskipun masih berada di bagian bawah kisaran mingguan. Pembacaan ini mencerminkan keseimbangan antara sentimen risiko dan ekspektasi kebijakan bank sentral.
Rilis NFP yang mendekat diharapkan menunjukkan peningkatan moderat, dengan laju pengangguran yang tetap stabil. Data ini akan memberi petunjuk bagi jalur kebijakan moneter Federal Reserve dan bagaimana pasar menilai sinyal tentang kekuatan ekonomi domestik. Cetro Trading Insight menilai bahwa pola ini bisa menambah volatilitas jangka pendek di berbagai kelas aset.
Sinyal pasar terhadap minyak tetap bullish karena berita risiko pasokan, meskipun dolar yang lebih kuat bisa menahan beberapa lonjakan harga di dekat level kunci. Investor akan memantau pergerakan harga minyak di sekitar level pembuka pekan ini untuk melihat apakah uptrend berlanjut.
Untuk perdagangan WTI, momentum kenaikan tetap terjaga jika harga bertahan di atas level pembuka sekitar 80,50 dolar per barel. Rencana menuju 83,50 dolar dengan stop loss di 78,50 dolar menawarkan risiko-imbalan sekitar 1:1,5 jika pergerakan harga sesuai arah fundamental. Ini menggarisbahi pentingnya manajemen risiko dalam menghadapi volatilitas pasokan energi.