WTI Mundur dari Tertinggi Multi-Bulan Seiring Meredanya Risiko Geopolitik dan Tekanan Pasokan

Signal WTI/USDSELL
Open59
TP56.5
SL60.5

WTI mundur dari lonjakan tertinggi multi-bulan setelah premi risiko geopolitik mereda. Pasar menilai bahwa eskalasi antara AS dan Iran tidak lagi membentuk ancaman segera terhadap pasokan minyak. Perkembangan tersebut mengurangi dorongan tajam yang sebelumnya didorong oleh kekhawatiran tindakan militer.

Pasar juga menimbang dinamika pasokan global yang lebih beragam. Meningkatnya kekhawatiran tentang kelebihan pasokan kembali muncul seiring meredanya ketegangan, meski beberapa faktor mendukung harga tetap tertekan di sesi ini. Laporan bahwa kapal-kapal minyak yang disanksikan terkait Venezuela turut menambah volatilitas harga.

Nilai dolar AS yang kuat memberikan tekanan tambahan pada minyak saat denominasi dolar mempengaruhi biaya pembeli internasional. Secara teknis, WTI gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis $60, menandai perubahan arah dari momentum bullish yang sempat terlihat. Secara umum, struktur jangka pendek tetap berada di atas SMA 21 dan SMA 50, tetapi tren jangka panjang tetap terbatas di bawah SMA 100.

Analisis Teknis dan Level Kunci

Secara teknikal, tekanan jual mengendalikan pasar setelah harga gagal bertahan di atas $60. Indikator MACD berada di wilayah positif sementara histogramnya datar, dan RSI di sekitar 52 cenderung menurun, menunjukkan diminumnya kekuatan bullish meskipun ada beberapa sinyal positif jangka pendek. Hal ini menunjukkan volatilitas yang tetap ada tetapi momentum masih tetap rapuh.

Support terdekat berada di zona $59,00–$58,00, tempat kebanyakan moving averages jangka pendek dan menengah bersingguh. Penembusan berkelanjutan di bawah zona ini dapat memperkuat tekanan bearish dan mengarahkan fokus ke support berikutnya di sekitar $56,00–$55,00. Di sisi atas, $60,00 tetap menjadi resistance utama; penutupan kuat di atas level tersebut dengan konfirmasi dari tembusan SMA 100-hari diperlukan untuk meredakan tekanan ke bawah.

Secara keseluruhan, momentum yang mulai memudar membuat peluang jual lebih relevan jika harga gagal bertahan di level support terdekat. Namun, jika ada kejutan positif dan harga mampu menembus $60 dengan konfirmasi, peluang pemulihan jangka menengah bisa muncul dan menggeser bias teknikal.

Kondisi Pasar dan Potensi Pergerakan Selanjutnya

Harga saat ini berada di sekitar $59 per barel setelah melemah dari level tertinggi, didorong oleh dinamika pasokan global dan tekanan dolar. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap berita geopolitik dan laporan produksi, dengan para pelaku pasar menimbang risiko di masa mendatang. Investor juga memperhatikan poros kebijakan produksi negara penghasil utama untuk melihat arah harga jangka pendek.

Penembusan di bawah $59–58 akan mengalihkan fokus ke area support berikutnya di sekitar $56–$55, meningkatkan peluang tekanan lebih lanjut. Di sisi sebaliknya, kegagalan untuk menembus resistance di $60 dapat membatasi pemulihan dan membuat harga berada dalam fase konsolidasi. Trader perlu mengelola risiko dengan cermat dan menyesuaikan posisi terhadap perkembangan berita geopolitik.

Outlook jangka menengah bergantung pada apakah harga berhasil menutup di atas $60 dengan konfirmasi teknikal yang jelas. Tanpa itu, risiko penurunan berlanjut karena sentimen pasar dan dinamika pasokan tetap menjadi faktor utama. Manajemen risiko yang tepat dan peninjauan ulang posisi secara berkala direkomendasikan untuk mengikuti perubahan kondisi pasar.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image