WTI Stabil di Sekitar US$60,60; Pasokan Global Ketat dan Ketegangan Geopolitik Membentuk Arah Harga

Signal /WTIBUY
Open60.600
TP66.000
SL58.000
trading sekarang

Harga minyak WTI bergerak stabil setelah beberapa hari kenaikan, menunjukkan pasar menimbang prospek pasokan global yang masih lebih besar daripada permintaan. Laporan resmi IEA menegaskan bahwa surplus pasokan diprakirakan tetap signifikan sepanjang tahun ini meskipun ada peningkatan permintaan yang moderat. Kondisi ini menambah tekanan turun pada harga, meskipun faktor musiman dan dinamika permintaan energi tetap menjadi pertimbangan utama.

Data industri terbaru mengindikasikan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 3 juta barel pada pekan lalu, menambah unsur bearish dalam perhitungan jangka pendek. Meski demikian, harga mendapat pijakan karena ketegangan geopolitik cenderung mereda, menurunkan risiko penurunan tajam pada permintaan energi. Efek gabungan ini membuat pergerakan harga lebih berfluktuasi daripada tren yang jelas.

Di sisi pasokan, gangguan sementara di ladang Tengiz dan Korolev di Kazakhstan menambah dinamika pasar. Operator Tengiz, TCO, melaporkan force majeure atas pengiriman minyak mentah lewat jalur CPC, sehingga jalur pasokan sempat terganggu. Selain itu, ekspor Venezuela dalam konfigurasi kesepakatan pasokan AS mencapai sekitar 7,8 juta barel pada hari Rabu, menunjukkan tingkat pemulihan yang bertahap meski hambatan produksi tetap ada. Penjualan refiners AS seperti Valero juga menggarisbawahi upaya mengimpor minyak Venezuela hingga maksimal 50 juta barel.

Pengaruh Ketegangan Geopolitik terhadap Permintaan Energi

Ketegangan geopolitik berperan sebagai faktor risiko yang membatasi pergerakan harga minyak. Komentar Presiden AS mengenai kemungkinan menunda tarif terhadap negara Eropa terkait isu Greenland menambah kejelasan bahwa kebijakan perdagangan bisa dikaji ulang. Meski begitu, banyak pasar menahan diri karena kerangka kerja baru yang disebutkan belum dijabarkan secara rinci. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar mengandalkan data fundamental untuk menilai arah jangka pendek.

Di sisi lain, pelonggaran sedikit dalam konflik regional menurunkan probabilitas penurunan permintaan energi, sehingga memberi dukungan pada stabilitas harga dalam beberapa sesi perdagangan. Pasar juga memantau bagaimana perubahan kebijakan dapat meredam volatilitas harga minyak. Meski ada sinyal optimisme, para analis tetap menjaga fokus pada perkembangan tambahan terkait aliran pasokan dan permintaan global.

Optimisme ketatnya pasokan juga datang dari penutupan sementara di ladang Tengiz dan Korolev yang diperkirakan berlangsung antara tujuh hingga sepuluh hari. Meski berlangsung singkat, gangguan tersebut mengurangi tekanan pada kapasitas produksi dan membuat aliran minyak tetap relevan bagi pasar. Dalam konteks ini, sentimen pasar cenderung menilai risiko pasokan sebagai faktor yang bisa membatasi kenaikan harga, meski peluang kenaikan tetap ada.

Dinamika Pasokan dan Perdagangan Minyak Global

Kondisi ekspor Venezuela menunjukkan kemajuan yang berjangka terkait kendala produksi. Data perdagangan menunjukkan ekspor dalam kerangka kesepakatan pasokan senilai sekitar US$2 miliar mencapai sekitar 7,8 juta barel pada hari tertentu, menandai langkah pemulihan yang relatif lambat namun nyata. Struktur kontrak antara Caracas dan Washington menjadi kerangka utama bagi aliran minyak mentah ke pasar negara maju.

Valero Energy melengkapi pembelian impor minyak mentah Venezuela, menandai transaksi pertama oleh penyuling AS di wilayah Teluk dalam kerangka kesepakatan tersebut untuk memperkirakan hingga 50 juta barel. Langkah ini mencerminkan upaya AS untuk menjaga pasokan minyak mentah bagi fasilitas penyulingannya sambil menimbang risiko politik dan biaya logistik. Perdagangan jenis ini juga menunjukkan pentingnya hubungan antara kebijakan publik dan aliran minyak global.

Secara keseluruhan, dinamika pasokan dan pergerakan permintaan akan terus membentuk arah harga minyak. Meskipun ada dukungan teknis dari beberapa gangguan produksi, faktor-faktor kebijakan dan perdagangan internasional tetap menjadi penentu utama. Investor disarankan mengawasi perubahan jadwal produksi serta pengumuman kebijakan yang bisa memicu volatilitas harga jangka menengah.

broker terbaik indonesia