WTI Terus Terkait Ketidakpastian Pasar Setelah Rebound Tersebut

trading sekarang

WTI diperdagangkan dalam kisaran ketat sepanjang sesi Asia pada Kamis, mempertahankan rebound kecil dari level rendah lebih dari dua minggu. Saat ini harga minyak patokan AS itu berada sedikit di atas pertengahan kisaran $92 per barel, menunjukkan bahwa konsolidasi lebih lanjut sedang berlangsung. Pergerak harga tersebut mengindikasikan bahwa pasar belum sepenuhnya melanjutkan kenaikan setelah reli sebelumnya, meskipun ada upaya menahan penurunan.

Investor menunjukkan kehati-hatian karena menimbang kemungkinan terjadinya kesepakatan akhir perang Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Harapan positif terhadap negosiasi tersebut tampak menjadi faktor yang membatasi penurunan harga minyak, meskipun tidak ada kepastian penuh. Ekonomi AS yang beragam juga diterka memainkan peran dalam menjaga biaya minyak tetap terbatas.

Selain itu, dolar AS yang secara umum lebih lemah membantu menahan kerugian minyak yang berbasis USD. Faktor valuta asing ini cenderung menopang komoditas berdenominasi dolar, meskipun dukungan itu tidak cukup kuat untuk mendorong kenaikan berkelanjutan. Menurut Cetro Trading Insight, para pelaku pasar menahan posisi jual lebih agresif hingga ada sinyal jelas tentang arah kebijakan atau pernyataan dari pihak berwenang.

Banyak faktor fundamental yang saling bersaing membentuk gerak harga WTI. Laporan media Iran menolak klaim adanya kesepakatan yang lebih luas dan menyebut beberapa klausul telah ditolak sebelumnya. Sementara itu, BBC melaporkan bahwa Iran masih meninjau proposal AS untuk mengakhiri konflik dan melonggarkan sanksi, sehingga nada optimis tetap terbatas.

Refleks ADP yang lebih optimis tentang pekerjaan swasta AS sempat mengangkat sentimen, tetapi peluang kenaikan suku bunga Fed pada 2026 tampak menipis. Kabar tersebut membuat dolar AS sulit bangkit kembali setelah reli semalam, sehingga dukungan terhadap minyak terbilang terbatas. Dalam konteks ini, para trader menimbang risiko geopolitik yang masih berlanjut sebelum mengambil posisi signifikan.

Secara umum, pasar tampak berhati-hati sebelum posisi besar diambil; perimbangan antara optimisme negosiasi Iran dan ketidakpastian kebijakan tetap menjaga volatilitas rendah. Penurunan harga minyak tampaknya masih dibatasi oleh ekspektasi bahwa ketegangan politik tidak berkembang menjadi gangguan pasokan besar. Risiko imbalan yang bersifat 1:1.5 secara tegas menuntut konfirmasi lebih lanjut sebelum ada sinyal beli atau jual yang jelas.

banner footer