
WTI berada sedikit di atas 82 dolar AS per barel setelah bergerak turun lebih dari 1,5% pada sesi kemarin. Harga Brent berada tepat di atas 86,50 dolar, dengan keduanya memangkas sebagian dari reli Rabu sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan relokasi sentimen pasar yang masih sensitif terhadap pembacaan risiko geopolitik dan dinamika pasokan.
Pelaku pasar juga mengevaluasi dinamika pasokan global. Inventori minyak mentah AS mencatat penurunan yang lebih besar dari ekspektasi, sementara cadangan di fasilitas penyimpanan strategis SPR berada pada level terendah dalam beberapa dekade. Di sisi lain, pembelian impor dari China terlihat berhati-hati, sehingga stimulus permintaan tidak cukup untuk mengimbangi risiko geopolitik yang sedang membesar.
Secara teknikal, level support berada di sekitar 81,50 dolar per barel, dengan 80,00 sebagai landasan yang lebih kuat. Di sisi atas, resistensi berada di sekitar 84,50 dolar, kemudian sekitar 86,00 yang sebelumnya menjadi fokus para pelaku pasar. Indikator seperti Stochastic RSI mendekati level 87, menandakan bahwa ada tekanan jual dalam jangka pendek, meski pembalikan menuju jalur 50-day MA bisa menjadi peluang pembelian jika harga bertahan di atas 81,50.
Serangan drone terhadap dua kapal gas di pelabuhan Damietta Mesir membuka front Mediterania, meningkatkan risiko pada jalur pelayaran utama. Peristiwa tersebut menyebabkan satu floating storage unit terbakar dan api merambat ke kapal pengangkut di sampingnya.
Muskat dan Teheran kini bersaing soal siapa yang menguasai serta memungut biaya transit Selat, alih-alih berupaya mengakhiri perang. Investasi perdagangan dan pernyataan diplomatik menunjukkan bahwa kedua pihak menilai kendali dan biaya kanal sebagai urusan utama, bukan perjanjian damai jangka pendek.
Jalur pengiriman minyak lain juga tak kebal terhadap gangguan: pelabuhan di Laut Hitam yang menangani volume Caspian mengalami penundaan muatan setelah dua kapal tanker terkait diserang. Pasar menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari rintangan yang meluas di setiap chokepoint utama.
Para produsen akan bertemu secara virtual pada Minggu untuk mengonfirmasi penambahan produksi Agustus sebesar 188 ribu barel per hari, kelima kenaikan berturut-turut. Alih-alih menyingkirkan hambatan rantai pasokan, upaya ini menjaga laju produksi sejalan dengan ritme kebijakan OPEC+ dan baseline produksi Iran yang diatur untuk masa depan.
Data permintaan tetap menjadi variabel utama: beberapa indikator ekonomi seperti Employment Cost Index (ECI) dan Chicago PMI akan dirilis dalam beberapa hari, memberikan gambaran permintaan tenaga kerja dan aktivitas manufaktur. Inventori minyak AS menipis lebih jauh, sementara konsumen di China tetap berhati-hati dalam menambah impor minyak.
Secara teknikal, jalur harga menunjukkan rintangan di sekitar 84,50 dolar dan 86,00 dolar, dengan zona kuat di 80,00–81,50 dolar sebagai dukungan. Indikator teknikal seperti Stochastic RSI menandakan potensi sell dalam jangka pendek, namun kekuatan geopolitik dan pemulihan permintaan bisa mendorong harga lebih tinggi, selama level support dipertahankan. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.