WTI turun ke sekitar $92.45 per barel di tengah optimisme kesepakatan Iran-AS

trading sekarang

WTI berada di sekitar $92.45 per barel dalam sesi Eropa pagi ini, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di pasar minyak. Cetro Trading Insight memantau bagaimana sentimen geopolitik mempengaruhi pergerakan harga. Pada hari ini, klaim gencatan senjata oleh administrasi AS dan respons Iran terhadap proposal pembukaan Hormuz menjadi fokus utama investor.

Harga minyak tertekan oleh optimisme bahwa pihak terkait bisa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Harapan tersebut memicu ekspektasi bahwa aliran minyak bisa pulih lebih cepat, sehingga beberapa peserta pasar mencoba memanfaatkan momentum ini dengan posisi jual. Sinyal internal pasar tetap lemah karena ketidakpastian mengenai kepatuhan Iran terhadap syarat-syarat kesepakatan dan dinamika regional.

Para analis menilai bahwa pembicaraan satu halaman tentang penyelesaian konflik berpotensi meningkatkan aliran pasokan, sehingga tekanan pada harga bisa berlanjut. Namun risiko geopolitik di wilayah Hormuz tetap tinggi karena kekhawatiran terhadap eskalasi militer dan respons Trump terhadap serangan kapal. Laporan mingguan EIA menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS meski ukuran penurunannya lebih kecil dari ekspektasi pasar.

Kemelut di Hormuz tetap membayangi pasar karena tuduhan Iran bahwa AS melanggar gencatan senjata lewat serangan terhadap kapal sipil. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi trader yang menilai bagaimana geopolitik akan mempengaruhi pasokan minyak global. Sementara itu, pernyataan Trump mengenai keberlangsungan gencatan menawarkan jeda untuk analisa lebih lanjut.

Analisis fundamental tetap menjadi fokus utama karena pasar juga menimbang laporan EIA yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS. Penurunan tersebut lebih kecil dari pekan sebelumnya dan tidak secara langsung mengubah tren jangka panjang, sehingga volatilitas tetap tinggi. Banyak pelaku pasar menunggu konfirmasi dari pihak terkait mengenai langkah-langkah produksi dan kebijakan impor.

Secara keseluruhan data EIA memperlihatkan dinamika supply yang sensitif terhadap berita politik, sementara faktor teknikal menunjukkan pergerakan harga yang rapuh di sekitar level saat ini. Karena itu, strategi trading jangka pendek tetap menimbang risiko geopolitik, dengan fokus pada data inventaris dan komentar kebijakan. Cetro Trading Insight menyarankan para pembaca memonitor berita terbaru untuk pembaruan orientasi pasar.

banner footer