WTI diperdagangkan mendekati $103,30 pada pembukaan sesi Eropa hari Senin. Pergerakan harga terjadi setelah berita bahwa AS dan Iran sedang membahas ceasefire 45 hari. Pasar minyak juga menilai dinamika permintaan dan ketersediaan di level global.
Optimisme atas kemungkinan terjadinya gencatan senjata menambah nuansa bearish pada harga minyak. Meski demikian, selat Hormuz tetap menjadi jalur penting yang sebagian besar ditutup akibat serangan terhadap kapal pengangkut. Kombinasi faktor itu membatasi penurunan minyak dalam waktu dekat.
Para pedagang menunggu data API yang dirilis selanjutnya untuk memberikan sinyal lebih jelas tentang permintaan minyak. Laporan penarikan inventori yang lebih besar dari perkiraan bisa menjadi tanda kekuatan permintaan dan berpotensi mengangkat harga. Sebaliknya, jika inventori membengkak, tekanan pasokan berlebih bisa menahan kenaikan harga.
OPEC+ sepakat menambah produksi sekitar 206.000 barel per hari untuk Mei, langkah yang telah lama dinanti pasar. Kelompok itu juga menegaskan kesiapan untuk menambah pasokan dengan cepat jika situasi di Teluk Persia berubah. Langkah ini menunjukkan upaya menyeimbangkan risiko geopolitik dengan kebutuhan pasar.
Di tengah harapan damai, dinamika geopolitik tetap menjadi faktor utama bagi pergerakan harga. Jalur pengiriman utama melalui Teluk Hormuz masih rentan karena ketegangan di wilayah itu, sehingga gangguan kecil bisa menahan penurunan harga. Investor perlu memantau setiap perkembangan diplomatik maupun potensi sanksi yang dapat mengubah aliran minyak.
Penutupan Hormuz dan potensi perubahan kebijakan produksi menambah risiko pada spekulasi harga jangka pendek. Pasar akan merespons pernyataan resmi dan laporan produksi dengan volatilitas yang bisa memperluas kisaran gerak harga. Dalam konteks ini, para trader disarankan untuk menjaga porsi risiko dan menyiapkan skenario dua arah.
Para trader akan memantau rilis API selanjutnya untuk menilai keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Data inventori yang lebih rendah dari ekspektasi cenderung mendorong harga lebih tinggi, sementara angka yang lebih tinggi bisa menekan harga. API menjadi indikator kunci untuk arah pergerakan minyak dalam beberapa minggu ke depan.
Harga WTI berada di sekitar $103,30, dan sentimen pasar dipenuhi oleh faktor-faktor yang saling bertolak belakang. Optimisme damai berpotensi menekan harga, sementara risiko gangguan pasokan dari Hormuz menahan penurunan harga. Pemicunya bisa berubah cepat berdasarkan data dan berita kebijakan.
Secara praktis, manajemen risiko menjadi krusial dalam kondisi volatil. Trader disarankan menetapkan batas risiko, titik masuk, target harga, dan stop loss yang jelas sesuai profil risiko. Dengan demikian, peluang keuntungan bisa dievaluasi secara realistis meskipun arah pasar belum pasti.