XAGUSD Tertekan oleh Inflasi AS dan Ketegangan Geopolitik; Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Meningkat

XAGUSD Tertekan oleh Inflasi AS dan Ketegangan Geopolitik; Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Meningkat

Signal XAG/USDSELL
Open64.700
TP63.500
SL66.500
trading sekarang

Data inflasi AS menunjukkan CPI meningkat menjadi 4.2 persen secara tahunan pada Mei, sesuai ekspektasi pasar. Core inflation naik menjadi 2.9 persen, sementara laju bulanan inti berada di 0.2 persen. Tekanan harga energi dan dinamika permintaan tetap menjadi tantangan bagi kebijakan Federal Reserve untuk menahan inflasi menuju target 2 persen.

Harga perak merosot lebih dari satu persen dan diperdagangkan sekitar 64.70 dolar AS per ounce. Pergerakan berlangsung setelah menyentuh low dua bulan di sekitar 63.37, namun reboundnya relatif terbatas karena investor menilai jalur kebijakan moneter AS ke depannya. Faktor inflasi dan kebijakan memberi warna dominan pada arah harga logam mulia.

Seiring momentum inflasi yang menunjukkan tekanan, pasar menimbang kemungkinan tindakan kebijakan yang lebih ketat. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di akhir tahun semakin terlihat melalui alat prediksi pasar seperti CME FedWatch Tool. Ketegangan geopolitik yang tetap tinggi menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar logam mulia.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan balik Iran dan langkah militer terbaru AS di wilayah tersebut. Aksi DECENTCOM terhadap fasilitas militer Iran diikuti oleh peringatan bahwa serangan lanjutan bisa terjadi. Kondisi ini memperburuk sentimen risiko meski secara khusus berdampak pada permintaan terhadap aset berpendapatan tetap dan perlindungan nilai seperti logam mulia.

Perak tidak menghasilkan pendapatan seperti obligasi, sehingga daya tariknya sangat dipengaruhi oleh nilai dolar AS dan imbal hasil global. Ketika yield obligasi naik dan dolar menguat, daya tarik logam mulia cenderung menurun meski muncul peluang dari kebijakan geopolitik yang meningkat. Hal ini menambah tekanan pada XAGUSD dalam perdagangan jangka pendek.

Kondisi tersebut membuat perak tetap rentan di jangka pendek. Analisa pasar menunjukkan bahwa ekspektasi kebijakan yang lebih ketat menambah tekanan pada harga, meskipun volatilitas tetap ada sebagai respons terhadap berita geopolitik.

Dalam konteks ini, peluang penurunan lebih lanjut tetap relevan, terutama jika inflasi tetap membebani kebijakan moneter. Harga XAGUSD berada di sekitar 64.70 dan berpotensi menguji level support sekitar 63.37 atau 63.50 sebagai bagian dari skenario bearish jangka pendek.

Rencana trading yang disarankan adalah posisi jual dengan open di 64.70, take profit di 63.50 dan stop loss di 66.50. Rasio risiko-imbalan sekitar 1 banding 1.5 memenuhi pedoman analisis. Tetap waspada terhadap volatilitas yang bisa berubah cepat karena berita baru terkait inflasi dan kebijakan moneter.

Manajemen risiko sangat penting dengan menyesuaikan ukuran posisi dan memantau pergerakan harga secara berkala. Jika harga menembus resistance di atas 66.50, sentimen bisa berubah, namun skenario penurunan tetap lebih mungkin jika faktor inflasi dan dolar AS tetap kuat.

banner footer