Pergerakan XAU/USD menunjukkan bias negatif ringan pada sesi Asia hari Kamis, meski tekanan jual belum meluas. Ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata AS–Iran memberi dorongan pada dolar dan menahan kenaikan logam mulia berimbal rendah. Meski demikian, sudut pandang dovish The Fed membatasi reli dolar dan membawa dukungan bagi logam kuning untuk mempertahankan nilainya dalam kisaran fleksibel.
Pergeseran sentimen ini juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang terus berubah. Israel melakukan serangan udara besar di Lebanon dan berita bahwa gencatan dua minggu tidak mencakup Lebanon menambah beban pada optimisme pasar. Iran mengancam akan kembali menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz jika serangan berlanjut, menjaga volatilitas dan menambah tekanan pada harga logam mulia.
Di sisi kebijakan moneter, Minutes FOMC menunjukkan sikap lebih lama menahan suku bunga dengan peluang satu pemotongan pada akhir tahun dan satu lagi pada 2027 meskipun jadwalnya belum jelas. Pasar pun menanti data inflasi utama AS, seperti CPI dan PCE, untuk menilai arah kebijakan ke depan. Secara umum, kombinasi faktor ini membuat arah intraday XAU/USD tetap tidak konklusif.
Secara teknis, XAU/USD tampak rapuh karena setup bearish pada kerangka empat jam: harga berada di bawah moving average 200-periode dan retracement 50,0% dari penurunan Maret. Indikator MACD menunjukkan momentum yang melemah, sedangkan RSI berada di wilayah netral sekitar 52, menandakan potensi peregangan tanpa dorongan kuat ke arah mana pun. Kondisi ini menambah fokus pada sinyal teknis jangka pendek.
Support awal terlihat di sekitar 4.604 dolar per ounce, dengan zonasi bawah di sekitar 4.412 dan 4.102 yang sebelumnya berperan sebagai swing low. Di sisi atas, resistance terdekat berada di 4.758, diikuti zona 4.895–4.914 yang bersatu dengan 200-period SMA dan retracement 61,8%. Adanya level-level ini membentuk kisaran yang perlu dilalui harga untuk perubahan arah.
Secara umum, gambaran teknis mendukung bias bearish jangka pendek meski ada level support yang menjaga di bawahnya. Investor tetap berhati-hati menjelang rilis data ekonomi utama AS dan pernyataan kebijakan Fed, sehingga arah intraday masih memerlukan konfirmasi dari pergerakan harga. Analisis teknis ini membantu memahami momentum, tetapi tetap memerlukan konfirmasi harga untuk sinyal trading.
Karena kedua kerangka fundamental dan teknis menampilkan campuran faktor, sinyal trading langsung belum bisa disimpulkan. Kondisi pasar saat ini cenderung berada dalam kisaran dengan peluang gerak yang terbatas, sehingga posisi jangka pendek sebaiknya ditunda hingga ada arah yang lebih jelas. Pembaca disarankan untuk memantau berita geopolitik serta data inflasi guna menentukan langkah yang lebih tepat.
Jika faktor dolar melemah dan risiko geopolitik mereda, XAU/USD berpotensi menembus resistance di sekitar 4.758 hingga 4.914, dengan peluang menuju level 5.000 atau lebih tinggi apabila momentum pulih. Sebaliknya, tekanan USD atau eskalasi konflik dapat mengangkat tekanan pada logam mulia dan mendorong harga menembus support terdekat di 4.604 atau lebih rendah.
Untuk pembaca dan pelaku pasar, mengikuti rilis data PCE, CPI, serta evaluasi kebijakan The Fed menjadi kunci. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran umum tanpa rekomendasi trading spesifik. Tetap monitor berita geopolitik, data inflasi, dan komentar pejabat bank sentral untuk memahami peluang berikutnya.