Harga logam mulia cenderung turun karena sentimen risiko yang membaik mengurangi daya tarik aset perlindungan. Dolar AS menguat, dengan indeks dolar (DXY) naik sekitar 0,2 persen, menambah tekanan pada XAU/USD. Pasar juga menimbang kebijakan Federal Reserve dan prospek inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Ketegangan geopolitik tampaknya mereda seiring pembicaraan antara Washington dan Tehran serta kemungkinan gencatan antara Israel dan Lebanon. Namun negosiator menjaga jarak agar tidak memicu kekerasan lebih lanjut. Sumber menyebut beberapa kesenjangan tetap ada, termasuk aliran Hormuz dan pembekuan dana Iran.
Dari sisi data, pasar tenaga kerja tetap relatif sehat meski ada sinyal pelambatan. Klaim pengangguran awal turun menjadi 207 ribu untuk pekan yang berakhir 11 April, lebih rendah dari ekspektasi. Produksi industri AS mengalami penurunan 0,5% MoM pada Maret, menunjukkan dinamika ekonomi yang melambat dan mempengaruhi prospek inflasi.
Secara teknis, pergerakan harga XAU/USD masih cenderung sideways dalam kisaran yang terbatas. Saat ini harga berada di sekitar 4.784 dolar per ons, menunjukkan volatilitas relatif rendah. Rata-rata pergerakan 50 hari berada di sekitar 4.896, yang saat ini berfungsi sebagai resistance utama menuju zona 5.000.
Support terdekat berada di sekitar 4.700 dan 4.691 (SMA 100 hari). Jika harga menembus 4.691, ruang penurunan menuju 4.650 dan 4.638 akan terbuka. Level 4.600 juga menjadi target jika harga melewati kedua level tersebut.
RSI menunjukkan pandangan yang memberi sedikit ruang upside namun ada tanda kebingungan pasar. Jika harga menembus 4.900, target berikutnya adalah 4.950 dan 5.000. Sebaliknya, jika turun menembus 4.691, risiko penurunan menuju 4.650 menjadi lebih besar.