XAU/USD menunjukkan pemulihan daya tarik saat sesi Asia berlangsung setelah kemarin melemah menuju rendah mingguan. Pelaku pasar menimbang dampak data makro terbaru terhadap arah kebijakan bank sentral utama. Harga berada mendekati level 4.877–4.878 USD per troy ons dan mencoba mendekati angka psikologis 5.000, sebagai sinyal kehati-hatian jelang rilis CPI AS.
Posisi emas tetap dipengaruhi dinamika dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed. Sinyal dovish yang beredar membatasi rebound dolar dan memberi ruang bagi logam mulia untuk menarik inflows pelindung risiko. Narasi pasar menunggu konfirmasi dari angka inflasi konsumen AS sebagai pendorong utama arah kebijakan moneter.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pergeseran ke momentum bullish dengan histogram yang meningkat, sementara RSI berada di wilayah netral mendekati 50. Kondisi ini mengindikasikan potensi penguatan jangka pendek jika CPI mendukung sentimen tersebut, meskipun volatilitas masih tinggi dan sinyal bisa berubah jika momentum melemah.
Rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih optimis membuat pasar memangkas harapan terhadap pemotongan suku bunga pada Maret. Imbasnya, dolar ikut mempertahankan rentang yang lebih kuat meskipun tekanan risiko global terlihat meningkat. Pada saat bersamaan, para pedagang tetap mencermati bagaimana data tenaga kerja dapat mengubah estimasi peta kebijakan Fed di paruh kedua tahun ini.
Klaim pengangguran AS yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya memperkuat dinamika dolar, sehingga permintaan terhadap aset aman seperti XAUUSD mendapat dukungan lebih lanjut. Sentimen risiko global yang cenderung melemah juga memicu aliran dana ke logam mulia sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar. Ketika investor menimbang CPI yang akan datang, arah harga logam juga dipengaruhi ekspektasi irisan suku bunga dan likuiditas keuangan.
Outlook jangka pendek menunjukkan bahwa CPI akan menjadi penentu utama arah harga berikutnya. Jika angka inflasi menunjukkan pelemahan, kemungkinan Fed akan menunda pemotongan suku bunga lebih lanjut dan emas bisa melanjutkan koreksi. Namun jika CPI mengejutkan ke arah pendinginan, emas bisa mendapatkan dorongan lebih kuat meskipun koreksi teknikal jangka pendek tetap mungkin terjadi sesuai dinamika pasar.