XAUUSD Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Fed dan Sentimen Pasar Global

XAUUSD Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Fed dan Sentimen Pasar Global

trading sekarang

Laporan oleh Cetro Trading Insight menilai bahwa pergerakan XAUUSD dipicu oleh dinamika sentimen risiko global. Meningkatnya mood risk-on cenderung mengurangi daya tarik aset lindung nilai, meski ekspektasi kebijakan moneter yang dovish mendukung harga secara tidak langsung. Ketidakpastian mengenai independensi bank sentral juga menekan dolar AS, meningkatkan peluang bagi XAUUSD untuk menguat jika sentimen lebih tenang.

Para analis menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) dan inflasi konsumen AS, yang akan menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya. Proyeksi dua potongan 25 basis poin di 2026 menjaga volatilitas pasar tetap tinggi, sementara dolar cenderung melemah, memberikan dukungan bagi XAUUSD jika data ekonomi menambah dorongan terhadap pelonggaran kebijakan. Namun, investor tetap berhati-hati menjelang data penting tersebut, sehingga pergerakan harga cenderung terbatas.

Di sisi geopolitik, kemajuan negosiasi di Timur Tengah dan ketidakpastian politik regional cenderung mereda, sehingga menambah kepercayaan di pasar secara keseluruhan. Meskipun demikian, dinamika kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama yang memantau arah jangka pendek bagi logam mulia. Dengan demikian, risiko dan peluang saling bertukar sesuai rilis data ekonomi dan berita politik terbaru.

Dari sisi teknis, indikator MACD tetap berada di zona positif meskipun histogramnya mulai menyusut, menunjukkan momentum yang sedang melemah. RSI berada di sekitar 55, menandakan keseimbangan antara tekanan beli dan jual dengan bias masih ke arah kenaikan moderat. Support kenaikan yang relevan berada mendekati level sekitar 4.819,19 dolar per ounce, memberikan landasan bagi potensi pembalikan jangka pendek.

Harga perlu menembus swing high minggu lalu untuk memperkuat kasus kenaikan. Jika gagal, tekanan jual dapat meningkat dan mendorong harga lebih rendah, mendekati level dukungan utama. Meski demikian, tren jangka menengah tetap menunjukkan bias positif selama harga tetap berada di atas tren naik yang relevan.

Pelaku pasar cenderung menahan diri menimbang data ekonomi utama AS yang akan dirilis, termasuk retail sales dan NFP. Ketidakpastian tersebut membuat pergerakan harian cenderung sideways dengan peluang breakout yang bergantung pada keluaran data. Investor disarankan mengawasi faktor teknis dan berita ekonomi yang dapat memicu pergerakan besar dalam beberapa sesi ke depan.

Secara makro, pasar memperkirakan dua pemotongan suku bunga 25 basis poin pada 2026, meski fokus tetap pada independensi bank sentral. Ekspektasi ini membantu menjaga dolar melemah, memberi ruang bagi logam mulia untuk menjaga daya tariknya sebagai aset alternatif. Ketidakpastian kebijakan masih menjadi pendorong utama harga di tengah volatilitas pasar finansial.

Berita dari Asia menunjukkan aktivitas pembelian emas oleh otoritas pusat China, menandakan permintaan stabil meski fokus ekonomi global berbeda. Regulasi yang membatasi kepemilikan aset AS di sektor keuangan juga menambah tekanan pada pasar obligasi global dan mempengaruhi aliran modal ke logam mulia. Kombinasi faktor ini mendasari pandangan bahwa permintaan fisik tetap relevan meski ada dinamika fiskal yang lebih luas.

Menuju rilis data makro utama—retail sales, NFP, dan inflasi—pesan pasar adalah kehati-hatian. Jika harga mampu bertahan di atas level dukungan tertentu, peluang rebound bisa berlanjut dengan target jangka menengah lebih tinggi. Namun, jika harga menembus dukungan kunci, risiko koreksi lebih dalam meningkat dan arah pasar bisa berbalik secara tegas.

broker terbaik indonesia