EUR/USD melemah ke sekitar 1.1905 pada sesi Eropa awal kemarin, menandai berakhirnya tren kemenangan dua hari. Pasar juga tetap berhati-hati karena pekan ini penuh data yang didorong risiko. Dalam laporan eksklusif Cetro Trading Insight, para trader menilai sinyal dari data AS yang akan datang dan kebijakan bank sentral. Pergerakan kurs terlihat rapuh sementara para pelaku pasar menimbang arah jangka pendek terhadap pasangan mata uang utama.
Penentu arah utama adalah rilis data pekerjaan dan inflasi AS yang dijadwalkan pekan ini. NFP dan indikator inflasi diperkirakan mempengaruhi arah dolar secara signifikan. Investor menunggu angka-angka tersebut dengan harapan bahwa hasil yang lebih lemah atau lebih kuat dapat mengubah sentimen pasar secara langsung.
ECB mempertahankan suku bunga sebesar 2.0% untuk kelima kalinya secara beruntun, sesuai ekspektasi pasar. Kepala ECB Christine Lagarde menegaskan pendekatan berbasis data dan pertemuan demi pertemuan tanpa komitmen terhadap jalur suku bunga tertentu. Kebijakan ini memberi stabilitas pada kurs meski volatilitas tetap mungkin muncul menjelang data penting pekan ini.
Secara bidikan fundamental, data AS menjadi kunci untuk arah dolar. Jika NFP menunjukkan kinerja lebih lemah dari perkiraan, peluang bagi EURUSD menguat bisa meningkat karena dolar melemah. Namun sebaliknya, bila pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan, dolar bisa menguat dan menekan pasangan EURUSD lebih lanjut. Ini menempatkan investor pada posisi waspada menimbang hasil rilis terhadap ekspektasi konsensus.
Dalam konteks kebijakan, ECB menekankan bahwa keputusan akan tetap bergantung pada data dan tidak bersiap untuk jalur suku bunga tertentu. Pernyataan Lagarde mencerminkan fokus pada data baru yang datang untuk memandu perubahan kebijakan di masa mendatang. Kondisi ini mendukung pandangan bahwa EURUSD bisa berfluktuasi menunggu kepastian data AS dan arahan ECB.
Secara teknikal, pergerakan sekitar 1.1905 bisa menjadi level penting bagi tren jangka pendek. Trader disarankan menjaga risiko dengan laju stop loss yang proporsional dan memperhatikan peluang buy-sell yang berpotensi muncul setelah rilis data. Jika data AS mengecewakan, potensi pergerakan bullish untuk EURUSD bisa lebih kuat, dengan target sekitar 1.1960-1.1980 sebagai proyeksi jangka pendek.