
YOII mengumumkan langkah ekspansi berani ke segmen asuransi kendaraan ramah lingkungan melalui kemitraan strategis dengan BYD, raksasa EV asal China. Aksi ini dilakukan bersamaan dengan rights issue untuk memperkuat modal kerja dan memenuhi persyaratan ekuitas minimum dari OJK. Di tengah momentum peningkatan penjualan mobil listrik nasional didorong insentif pemerintah dan pembangunan SPKLU, sinergi antara asuransi digital dengan ekosistem kendaraan listrik menjadi peluang strategis. harga emas per gram saat ini menjadi acuan volatilitas pasar yang perlu diperhatikan manajemen dalam rencana pendanaan dan alokasi biaya. Cetro Trading Insight menilai langkah ini bisa mempercepat transformasi YOII menjadi pemain insurtech terpadu.
Rahmat Dwiyanto, Corporate Secretary YOII, menjelaskan bahwa dominasi BYD di segmen EV nasional, didukung fasilitas manufaktur lokal, menjadi katalis utama bagi pertumbuhan pendapatan YOII di Triwulan I 2026. Integrasi produk asuransi dengan unit BYD yang tengah laku dipasaran disebut sebagai kontributor utama kenaikan premi pada periode tersebut. Rights issue dirancang untuk mengumpulkan sekitar Rp68,49 miliar dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham, sebagian besar akan dipakai untuk memperkuat upaya pemasaran produk asuransi digital, terutama untuk paket EV hasil kemitraan dengan BYD. Array data pendukung untuk keputusan strategis disusun rapi demi kelancaran eksekusi.
Bersamaan dengan fokus EV, YOII menekankan transformasi digital melalui embedded insurance, yaitu proteksi yang terintegrasi dalam ekosistem kendaraan. Manajemen menegaskan bahwa sinergi ini tidak hanya soal proteksi, tetapi juga data insight yang lebih akurat untuk meminimalkan risiko operasional. Perkembangan ini diharapkan memperluas pangsa pasar serta mendorong pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan, meskipun tantangan regulasi dan persaingan tetap perlu diawasi.
Kolaborasi YOII dengan BYD menunjukkan arah baru industri asuransi: proteksi hadir sebagai bagian terpadu dari platform kendaraan listrik. Sistem embedded insurance memungkinkan premi mengalir sejalan dengan penggunaan kendaraan, meningkatkan pengalaman nasabah digital YOII yang semakin purpose-driven. Dalam konteks ini, perusahaan menargetkan ekspansi melalui fokus pada produk asuransi mikro yang sederhana namun relevan bagi jutaan pemilik BYD serta pengguna SPKLU. Array peluang data pasar EV akan menjadi referensi utama bagi rencana ekspansi jangka pendek dan menengah.
Rencana pembiayaan melalui rights issue pada Rp68,49 miliar akan didorong melalui promosi agresif untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kesadaran merek. harga emas per gram saat ini dipakai sebagai patokan volatilitas modal, sehingga manajemen menimbang alokasi anggaran promosi dengan hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan biaya operasional. Qoala Technology Pte Ltd telah menyatakan kesediaan menyerap hak dari pemegang saham utama, menambah kepercayaan investor dan meningkatkan kapasitas ekuitas YOII menjadi target Rp270 miliar.
Di sisi operasional, integrasi data dan keamanan menjadi pilar utama. YOII menegaskan fokus pada solusi digital yang memudahkan akses nasabah, mengurangi friksi, serta memperkuat ekosistem BYD di Indonesia. Dengan transformasi ini, perusahaan berharap mampu menjangkau basis pengguna BYD di seluruh Nusantara serta meningkatkan loyalitas pelanggan.
Proyeksi pendapatan YOII diperkirakan tumbuh hingga 150 persen seiring ekspansi produk untuk EV dan peningkatan efisiensi distribusi serta reputasi kemitraan global. Poin pentingnya adalah kemampuan perusahaan menjaga kestabilan premi di pasar kendaraan listrik yang sedang berkembang. Investor juga mengamati bagaimana modal tambahan lewat rights issue memperkuat likuiditas dan memitigasi risiko finansial jangka menengah. harga emas per gram saat ini juga dipertimbangkan sebagai indikator volatilitas pasar modal. Array strategi data dan evaluasi operasional akan menjadi pendorong implementasi di 2026.
Rincian penggunaan dana rights issue sekitar 90% untuk aktivitas pemasaran guna memperluas penetrasi produk asuransi digital EV, serta 10% sisanya untuk penguatan infrastruktur teknologi dan keamanan data. Qoala Technology Pte Ltd tetap menjadi pembeli siaga, memperkuat posisi ekuitas YOII hingga target Rp270 miliar serta memperluas akses ke jaringan distribusi BYD.
Dari sisi operasional, kolaborasi dengan BYD dan integrasi data diharapkan menjadi mesin tumbuh yang berkelanjutan. Selain itu, transformasi ini menegaskan posisi YOII sebagai pionir asuransi digital yang mampu menghadirkan solusi proteksi yang relevan dan inovatif untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dalam konteks ini, para analis melihat potensi pertumbuhan pendapatan yang kuat asalkan manajemen menjaga keseimbangan antara ekspansi, biaya, dan kualitas data. Array strategi data dan optimisasi proses akan menjadi pendorong implementasi di 2026.