ZATA Lakukan Deleveraging melalui Penjualan Aset Tetap Rp75 Miliar untuk Lunasi Utang dan Perkuat Likuiditas

ZATA Lakukan Deleveraging melalui Penjualan Aset Tetap Rp75 Miliar untuk Lunasi Utang dan Perkuat Likuiditas

trading sekarang

Langkah berani ini menandai arah baru bagi PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tantangan pasar. Perusahaan mengambil langkah nyata dengan menjual aset tetap berupa tanah dan bangunan milik perseroan. Upaya ini dipandang sebagai bagian dari strategi restrukturisasi keuangan yang lebih fokus pada efisiensi dan penguatan fondasi modal.

Aset yang dilepas adalah properti non-inti yang saat ini masih dijaminkan sebagai kredit perseroan. Transaksi ini dilakukan dengan pembeli PT Karya Utamaputra Mandiri pada 8 April 2026 dengan nilai transaksi Rp75 miliar. Dana dari penjualan rencananya akan dialihkan untuk membayar sebagian kewajiban kredit, sehingga likuiditas dan struktur modal perseroan menjadi lebih kokoh.

Manajemen ZATA menjelaskan bahwa transaksi ini adalah bagian dari strategi restrukturisasi keuangan atau deleveraging. Aset yang dilepas merupakan aset non-inti yang saat ini berstatus sebagai jaminan kredit, sehingga pelepasan tersebut juga sebagai upaya optimalisasi struktur keuangan. Transaksi ini telah mendapat persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dilaksanakan pada 18 Februari 2026.

Dengan langkah restrukturisasi ini, ZATA berharap memperbaiki rasio keuangan dengan menurunkan beban bunga yang harus ditanggung perseroan. Nilai transaksi sebesar Rp75 miliar rencananya digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban kredit perseroan, sehingga beban keuangan menjadi lebih terkendali. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi operasional melalui peningkatan arus kas internal.

Transaksi ini menggambarkan tindak lanjut dari upaya deleveraging yang sedang dijalankan perseroan. Pembelian oleh PT Karya Utamaputra Mandiri dan fokus pada pelunasan sebagian utang membantu menurunkan beban keuangan jangka menengah. Dengan demikian, struktur permodalan menjadi lebih kokoh dan likuiditas perusahaan meningkat.

Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini mencerminkan fokus perusahaan pada stabilitas keuangan dan kelanjutan operasional. Investor mungkin memantau pergerakan ZATA setelah transisi deleveraging ini, meski tidak ada sinyal trading langsung dari berita ini. Platform kami akan terus mengikuti perkembangan kebijakan korporasi yang dapat mempengaruhi valuasi saham.

broker terbaik indonesia