ABS memprakirakan Australia akan menambah sekitar 30.000 lapangan pekerjaan pada bulan Desember, dengan tingkat pengangguran diperkirakan mencapai 4,4 persen. Angka partisipasi diperkirakan berada di 66,8 persen, sedikit berubah dari bulan sebelumnya. Laporan ketenagakerjaan bulan Desember juga akan menyoroti pergeseran antara pekerjaan penuh waktu dan paruh waktu, yang sering mencerminkan dinamika pendapatan dan kestabilan kerja.
Pada November, Australia mencatat kenaikan 35.200 pekerjaan paruh waktu namun kehilangan 56.500 pekerjaan penuh waktu. Perbedaan jenis pekerjaan penting bagi analisis karena pekerjaan penuh waktu biasanya menawarkan pendapatan yang lebih stabil dan tunjangan, sedangkan pekerjaan paruh waktu bisa lebih volatil. Kondisi ini mempengaruhi persepsi atas kekuatan ekonomi dan daya beli rumah tangga.
Secara teknikal, AUDUSD tampak jenuh beli dalam jangka pendek meskipun higher highs masih tetap terlihat. Pasar menilai bahwa data tenaga kerja yang mendatang bisa memberikan satu kerangka arah bagi pasangan ini, terutama jika angka kebijakan moneter dan suasana risiko tetap kondusif. Level kunci yang perlu diperhatikan adalah resistensi sekitar 0,6830–0,6870 dan dukungan di sekitar 0,6700, yang sering menjadi area penentu pergerakan jangka pendek.
Investor menanti keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan keluar pada 3 Februari. Bank sentral telah mempertahankan Official Cash Rate di 3,6% sejak Agustus 2025, meskipun pernyataan Desember menunjukkan kekhawatiran terhadap tenaga kerja dan inflasi. Para pejabat membahas sejauh mana permintaan agregat melebihi kapasitas ekonomi dan implikasinya terhadap tekanan inflasi.
Inflasi tahunan Australia melambat menjadi 3,4% pada November 2025, namun tetap berada di atas target 2–3%. Kondisi ini mendorong kehati-hatian kebijakan moneter dan membuat para pembuat kebijakan menganalisis timing kenaikan lebih lanjut. Selain itu, prospek permintaan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan juga menjadi pusat perdebatan di kantor bank sentral.
Selain data pekerjaan, faktor risiko global turut membentuk volatilitas AUD. Ketegangan antara AS dan Eropa terkait isu Greenland menambah nuansa risk-off pada pasar keuangan, meskipun beberapa faktor seperti harga emas yang naik memberi konteks bagi aliran modal ke komoditas dan mata uang terkait komoditas. Dalam skenario data pekerjaan Desember yang lebih kuat dari ekspektasi, AUD berpotensi mendapat dorongan, sementara kejutan negatif bisa menekan pasangan ini.
Secara teknikal, level resistensi yang relevan berada sekitar 0,6830 dengan potensi menuju zona 0,6870 jika momentum membentuk break positif. Sisi dukungan terlihat di sekitar 0,6700, di mana pembeli cenderung kembali muncul untuk menahan koreksi. Pergerakan di dekat puncak beberapa minggu terakhir menyiratkan adanya jenuh beli jangka pendek meskipun potensi tren jangka menengah tetap menggugah minat beli.
Situasi pasar lebih mengarah pada analisa fundamental, karena hasil laporan ketenagakerjaan Desember dan arah kebijakan RBA menjadi faktor penentu utama. Banyak pelaku pasar mengadopsi pendekatan rentang dengan manajemen risiko yang baik sembari memantau perkembangan data ekonomi. Namun, jika sentimen risiko memburuk, AUD bisa menghadapi tekanan lebih lanjut.
Sinyal trading tidak ditetapkan hanya dari satu data. Pedagang disarankan memantau angka pekerjaan, tren inflasi, dan petunjuk kebijakan moneter untuk membentuk kerangka keputusan. Mengingat potensi risiko dan imbalan, fokus pada pengelolaan risiko dan rencana keluar tetap menjadi bagian penting dari strategi perdagangan.