VKTR Uji Coba Bus Listrik 12 Meter di Semarang: Transformasi Transportasi Publik Menuju Udara Bersih

VKTR Uji Coba Bus Listrik 12 Meter di Semarang: Transformasi Transportasi Publik Menuju Udara Bersih

trading sekarang

Di tengah dorongan besar menuju transportasi ramah lingkungan, VKTR Teknologi Mobilitas melangkah ke babak baru dengan uji coba bus listrik 12 meter di Semarang. Kolaborasi dengan Laksana dan dukungan Dinas Perhubungan Kota Semarang menandai momentum transformasi transportasi publik Indonesia, mengubah kendaraan konvensional menjadi solusi hemat energi dan rendah emisi. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam yang ingin memahami potensi industri EV nasional dan peluang investasi jangka panjang.

VKTR bekerja sama dengan Laksana dalam merakit bus listrik 12 meter yang akan dioperasikan pada koridor Terminal Mangkang hingga Terminal Penggaron. Uji coba berlangsung satu bulan dan dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang sebagai bagian dari program modernisasi armada Trans Semarang. Kendaraan ini lahir dari kolaborasi industri domestik yang memperkuat ekosistem EV nasional.

Tujuan uji coba meliputi evaluasi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna. Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, Bimo Kurniatmoko, menegaskan bahwa proses ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kesiapan teknologi EV, performa mesin, serta kenyamanan penumpang di rute perkotaan yang padat.

Sementara itu, Kota Semarang berencana menambah 27 unit bus listrik 12 meter sepanjang 2026 untuk koridor yang sama, sebagai bagian dari upaya modernisasi armada. Langkah ini menandai komitmen daerah terhadap transportasi publik bersih dan menegaskan posisi VKTR serta Laksana sebagai pionir dalam solusi transportasi ramah lingkungan di Indonesia.

Keterlibatan Laksana sebagai karoseri nasional menegaskan potensi kapasitas produksi domestik untuk memenuhi permintaan bus listrik. Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menekankan bahwa kolaborasi industri adalah kunci mempercepat elektrifikasi transportasi umum melalui inovasi desain dan standar keselamatan yang tinggi.

VKTR dan Laksana menegaskan komitmen untuk mendorong adopsi EV di berbagai sektor, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota lain seperti Semarang. Ekosistem lokal yang terbangun mencakup desain kendaraan, produksi, serta layanan purna jual yang dapat meningkatkan keandalan operasional armada publik.

Kepala Dinas Perhubungan Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan dukungannya terhadap uji coba ini sebagai bagian dari transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan. Rencana pengadaan 27 unit bus listrik sepanjang 2026 di kota tersebut menunjukkan langkah nyata pemerintah daerah untuk mengurangi polusi udara dari armada fosil.

broker terbaik indonesia