Pasar keuangan tetap berada dalam suasana liburan karena hari perdagangan pertama tahun baru. Pembukaan tahun ini cenderung menunjukkan volume yang tipis karena pelaku pasar masih menahan posisi. Kondisi likuiditas yang terbatas membuat pergerakan harga cenderung membatasi arah tren.
Indeks Dolar AS diperdagangkan dekat level 98,00 pada sesi Eropa pagi, menunjukkan sikap hati-hati di kalangan pelaku pasar. Indeks berfluktuasi dalam kisaran kecil meskipun beberapa indikator ekonomi global sedang menunggu rilis data penting. Sinyal pergerakan di pasar saham berjangka AS juga positif, dengan kenaikan antara 0,3% hingga 0,7% setelah penurunan di awal minggu.
Pada hari Senin, Institute for Supply Management akan merilis PMI Manufaktur bulan Desember. Pelaku pasar menilai angka ini sebagai cerminan kesehatan sektor manufaktur di AS. Data tersebut dipandang dapat memicu penyesuaian durasi pendanaan dan tekanan pada imbal hasil obligasi jika hasilnya mengejutkan.
Emas mencatatkan kerugian menjelang liburan, tetapi berhasil memulihkan momentum pada hari Jumat. Kisaran XAU/USD diperdagangkan di sekitar 4.380 dolar AS per ounce dengan kenaikan harian lebih dari 1%. Sentimen risk-on menjelang akhir pekan memberi dukungan bagi logam mulia meski volatilitas tetap terbatas.
XAG/USD menunjukkan rebound menuju sekitar 74 dolar, naik lebih dari 3% pada hari itu. Kinerja logam putih mencerminkan permintaan investor terhadap logam mulia sebagai perlindungan nilai dan peluang spekulatif jangka pendek. Sementara itu, perak masih menghadapi tekanan mingguan dengan penurunan hampir 7% secara mingguan.
EUR/USD bertahan stabil di sekitar 1,1750 setelah mengalami tekanan di paruh awal pekan. GBP/USD mencoba memulihkan diri dan diperdagangkan di atas 1,3450, menunjukkan dinamika yang lebih tenang menjelang akhir pekan. USD/JPY melonjak mendekati 157,00 di pembukaan hari Jumat, melanjutkan retracement positif setelah penutupan mingguan sebelumnya.
Data Sentix untuk Januari akan dirilis dalam sesi Eropa nanti, menampilkan kepercayaan investor di wilayah tersebut. Rilis ini dipandang sebagai indikator risiko yang akan mempengaruhi pergerakan EUR dan pasangan utama lainnya. Kondisi likuiditas rendah karena liburan menambah pentingnya data ekonomi untuk memicu arahan pasar.
GBP/USD tetap relatif tenang di pagi hari Jumat, setelah rebound dari level rendah pekan lalu. Pelaku pasar memantau pergerakan pasangan lain untuk menilai dinamika risiko global. Imbal hasil obligasi regional dan pernyataan kebijakan bank sentral juga menjadi fokus karena dapat memicu perubahan sentimen pasar.
USD/JPY terus menunjukkan momentum ke utara, mendekati level 157,00 di pembukaan sesi Asia. Fluktuasi ini menambah tekanan pada carry trades dan meningkatkan volatilitas di pasar mata uang Asia. Data Sentix dan komentar kebijakan sukses menjadi katalis utama dalam beberapa hari mendatang.