WTI naik mendekati $57,70 karena meningkatnya kekhawatiran pasokan akibat ketegangan geopolitik. Rusia dan Ukraina saling menuduh terkait serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru, menambah ketidakpastian ekonomi energi. Pasar juga menimbang bagaimana konflik tersebut dapat mengganggu rute produksi utama dan aliran minyak global.
AS menjatuhkan sanksi terhadap empat kapal tanker minyak yang diduga membantu menghindari pembatasan Venezuela. Langkah tersebut memperketat arus minyak menuju Asia dan Karibia serta menambah risiko operasional bagi perusahaan pelayaran. Dampaknya mungkin terasa pada biaya pengiriman dan jadwal operasional kilang yang berfungsi sebagai pilar pasokan.
Permintaan domestik dan inventori minyak mentah AS menunjukan dinamika yang mendukung sentimen bullish. EIA melaporkan penurunan stok sebesar 1,934 juta barel minggu lalu, jauh melebihi ekspektasi pasar. Pasar menanti keputusan OPEC+ yang akan diputuskan dalam pertemuan virtual akhir pekan untuk menilai kelanjutan kebijakan penghentian kenaikan produksi.
Pasar juga menilai permintaan global yang masih sensitif terhadap fluktuasi ekonomi dan kebijakan fiskal. OPEC+ dijadwalkan rapat virtual untuk mengevaluasi langkah-langkah produksi, dengan konsensus bahwa langkah November tetap berlaku. Para analis melihat kebijakan saat ini cenderung mempertahankan tekanan harga di level rendah-menengah.
Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia meningkatkan risiko pasokan jangka menengah karena gangguan berkelanjutan. Ketidakpastian geopolitik memperbesar volatilitas pasar minyak secara global. Investor menimbang bagaimana dinamika geopolitik dapat mempengaruhi biaya produksi dan arus minyak.
Sanksi AS terhadap kapal tanker Venezuela mengubah pola aliran minyak keluar dari wilayah tersebut. PDVSA berupaya menghindari penutupan kilang melalui penyesuaian rute dan kapasitas pengisian. Ketentuan sanksi menambah tantangan logistik bagi eksportir minyak negara tersebut.
Harga minyak telah menguat dan bergerak mendekati level kunci sekitar $57,70 menjelang akhir pekan. Respons pasar mencerminkan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan serta dukungan dari data permintaan yang relatif stabil. Pergerakan ini juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa produksi OPEC+ mungkin tidak meningkat pada waktu dekat.
Investors menilai keputusan OPEC+ dan data inventori AS sebagai dua pendorong utama pergerakan harga. Selain itu, persepsi pasar terhadap loyalitas negara-negara produsen mempengaruhi ekspektasi jangka pendek. Ketidakpastian kebijakan bisa membuat volatilitas tetap tinggi.
Bagi trader, peluang bullish tampak jika harga menembus sekitar $61,00 dengan target keuntungan di level tersebut. Stop loss ditempatkan dekat $56,00 untuk menjaga posisi saat volatilitas naik. Secara keseluruhan, potensi reward-to-risk mendekati atau melebihi 1,5:1 jika sinyal fundamenta mendukung pergerakan.