ASDF Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V 2025 Seri A Rp1,5 triliun untuk Jatuh Tempo 2026

ASDF Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V 2025 Seri A Rp1,5 triliun untuk Jatuh Tempo 2026

trading sekarang

Langkah revolusioner di pasar obligasi Indonesia: Astra Sedaya Finance (ASDF) secara tegas menyatakan kesiapan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Tahun 2025 Seri A pada tanggal jatuh tempo 24 Maret 2026. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight, yang secara rutin menyajikan analisis terperinci bagi pembaca awam maupun pelaku pasar. Langkah ini sekaligus meneguhkan kredibilitas perusahaan dan menambah kepastian bagi investor di tengah dinamika likuiditas.

Direktur ASDF, Dharmawan Phie, menjelaskan bahwa dana pelunasan pokok dan kupon untuk Seri A sebesar Rp1.526.875.000.000 telah disiapkan. Dana tersebut mencerminkan alokasi kas yang matang untuk memenuhi kewajiban tepat waktu. Kewajiban penyampaian informasi ini diatur oleh BEI IV.2.22, sehingga ASDF memenuhi persyaratan keterbukaan 15 hari bursa sebelum jatuh tempo.

Obligasi VI Tahap V Tahun 2025 terdiri atas Seri A dengan pokok Rp1,5 triliun dan bunga tetap 6,45% per tahun, berjangka waktu 370 hari. Sementara Seri B bernilai Rp1 triliun dengan bunga tetap 6,75% per tahun memiliki tenor 36 bulan. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan bunga pertama pada 14 Juni 2025. Jatuh tempo terakhir untuk Seri A adalah 24 Maret 2026, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 14 Maret 2028.

Bagi investor, konfirmasi kesiapan dana pelunasan meningkatkan kepastian terhadap aliran pembayaran pokok dan kupon pada Seri A. Meskipun demikian investor perlu mencermati jadwal pembayaran dan penggunaan dana sesuai rencana perseroan, serta potensi risiko terkait likuiditas dan volatilitas suku bunga. Keterbukaan ini juga menunjukkan bahwa ASDF berkomitmen terhadap kepatuhan terhadap regulator dan menjaga reputasi pasar.

Penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VI ASDF Tahap V Tahun 2025 berlangsung pada 11–12 Maret 2025, sebagai bagian dari total penawaran senilai Rp2,5 triliun. Struktur dua seri tersebut memberi investor pilihan risiko dan imbal hasil yang berbeda, dengan Seri A lebih pendek dan Seri B memiliki jangka waktu lebih panjang. Keberlanjutan pembayaran bunga secara periodik menjadi faktor kunci bagi investor yang menimbang profil risiko dibandingkan imbal hasil pasar.

Secara keseluruhan, pengumuman ASDF ini meningkatkan transparansi dan kepercayaan pasar. Dari sisi publikasi, keterbukaan BEI menambah dimensi kepatuhan korporasi terhadap ketentuan pasar modal. Bagi investor, kesiapan dana pelunasan menjadi indikator stabilitas keuangan emiten di tengah dinamika suku bunga dan likuiditas pasar modal Indonesia.

SeriPokokBungaTenorJatuh Tempo
Seri ARp1,5 triliun6,45% per tahun370 hari24 Maret 2026
Seri BRp1 triliun6,75% per tahun36 bulan14 Maret 2028
broker terbaik indonesia