Data ketenagakerjaan Australia menunjukkan dinamika yang menarik bagi AUD. Desember mencatatkan peningkatan sebesar 65,2 ribu pekerjaan setelah penyesuaian musiman, didorong terutama oleh pelibatan pekerja muda. Laju pengangguran turun menjadi 4,1%, melampaui ekspektasi pasar dan revisi November juga menunjukkan perbaikan. Angka tersebut memperkuat pandangan bahwa RBA mungkin akan mempertahankan kebijakan yang lebih ketat untuk menekan inflasi lebih lanjut.
Informasi dikonfirmasi oleh ABS yang menyatakan bahwa perubahan ketenagakerjaan Desember melampaui proyeksi, meskipun ada revisi terhadap bulan sebelumnya. Penurunan tingkat pengangguran didorong oleh peningkatan partisipasi kerja terutama pada kelompok usia muda. Di tengah semua ini, IMF menekankan kehati-hatian terhadap inflasi yang tetap berada di atas target 2-3% meskipun ada tanda pelonggaran pada beberapa komponen harga.
Secara teknis, AUD terlihat menguat terhadap USD dengan pergerakan mendekati 0,6800. Pola rising channel pada grafik harian menunjukkan bias bullish yang masih terjaga. EMA sembilan hari berada di atas EMA empat puluh sembilan hari, dan harga berada di atas keduanya, menambah bobot pada skenario kenaikan lebih lanjut.
Di pasar AS, Greenback menguat setelah Bloomberg melaporkan bahwa Trump berencana menunda tarif terhadap negara Uni Eropa yang menentang langkahnya terkait Greenland. Sorotan ini menambah dinamika risiko pada sentimen trader yang tengah menilai arah kebijakan perdagangan global. Selain itu, pergerakan dolar dipicu oleh perubahan lingkup risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi alokasi modal global.
Pasar tenaga kerja AS tetap menjadi pendorong utama ekspektasi kebijakan Fed. Data tenaga kerja yang kuat mendorong pandangan bahwa penurunan suku bunga tidak akan secepat yang dibayangkan sebelumnya, meski beberapa pejabat menekankan perlunya bukti inflasi bergerak menuju target 2%. Morgan Stanley merevisi proyeksi 2026 dengan satu penurunan suku bunga pada Juni dan satu lagi pada September, naik dari ekspektasi sebelumnya.
Pada saat yang sama, Bank Sentral China mempertahankan LPR tidak berubah, dengan implikasi bahwa dinamika pertumbuhan global dapat tetap tegang. Produksi industri China meningkat 5,2% YoY pada Desember, didukung oleh manufaktur dan ekspor, meskipun penjualan ritel tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Data ini menambah konteks bagi pedagang valuta asing dalam menilai risiko global terhadap AUD dan komoditas yang terkait.
Secara teknis, AUDUSD berada dalam ujian resistance terdekat di sekitar 0,6800. Grafik harian memperlihatkan harga membentuk pola ascending channel yang mengindikasikan momentum bullish berkelanjutan. Struktur momentum didukung oleh EMA sembilan hari yang melampaui EMA 50 hari, sementara harga perdagangan berada di atas kedua indikator tersebut.
RSI 14-hari berada di kisaran 69,9, mendekati wilayah jenuh beli namun belum memberi sinyal pembalikan. Break di atas 0,6800–0,6810 berpotensi membuka jalan menuju target selanjutnya di sekitar 0,6942, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 2023 dalam konteks pola saat ini.
Di sisi bawah, support utama berada di EMA 9 sekitar 0,6732. Penembusan di bawah level ini berpotensi membawa momentum turun menuju batas bawah saluran sekitar 0,6680, dan jika ditembus lebih lanjut, ke level EMA 50 di sekitar 0,6656. Dengan risiko-imbangan, setup ini mendukung skenario buy dengan TP di 0,6942 dan SL di 0,6732, memenuhi kriteria risiko-imbangan minimal 1:1.5.