OCBC FX strategists Sim Moh Siong dan Christopher Wong menyoroti bahwa komentar hawkish dari Deputy Governor RBA Hauser telah memberi dukungan bagi AUD. Hauser menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan dewan tidak bisa membiarkannya bertahan lama. Dalam laporan mereka, pandangan yang lebih optimis terhadap AUD juga disertai catatan bahwa kejutan kebijakan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk, meskipun risiko politik moneter terasa meningkat. Cetro Trading Insight menilai skenario ini mencerminkan dinamika antara optimisme valuta asing dan kehati-hatian pasar obligasi.
Meskipun AUD menunjukkan kuatnya daya tarik, respons pasar terhadap sinyal kebijakan belum sepenuhnya selaras. Ada jurang yang terlihat antara kekuatan mata uang dan apa yang tercermin di pasar imbal hasil, terutama karena harga OIS memperlambat respons terhadap retorika hawkish. OCBC menekankan bahwa pergeseran ini berarti pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan perubahan kebijakan yang berkelanjutan.
OCBC meningkatkan proyeksi AUDUSD untuk akhir 2026 menjadi 0.73, naik dari 0.69, sebagai bagian dari pandangan bullish yang lebih luas. Perubahan proyeksi ini menandai optimisme yang lebih besar mengenai pengetatan kebijakan RBA dan dampaknya terhadap kurs. Namun, para analis menekankan bahwa proyeksi ini bisa berubah jika data inflasi domestik atau dinamika pasar obligasi berubah secara signifikan.
Penurunan imbal hasil obligasi Australia menambah perbedaan antara pergerakan AUD dan potensi kenaikan suku bunga jangka panjang. Meskipun AUD terlihat kuat, sinyal dari pasar obligasi menunjukkan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya yakin bahwa RBA akan mengangkat kebijakan secara berkelanjutan. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian bagi para pelaku pasar yang mencoba menilai arah mata uang di tengah dinamika fiskal dan global.
Pasar OIS menunjukkan bagian kebijakan masih tidak sepenuhnya mendukung skenario hawkish saat ini. Perkiraan sekitar 20 basis poin kenaikan kumulatif hingga Mei dan sekitar 36 basis poin hingga akhir tahun mencerminkan keraguan investor mengenai diri kebijakan RBA di masa mendatang. Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa sebagian besar investor menunggu konfirmasi dari data inflasi dan data ekonomi lainnya.
Bagi investor atau trader, perbandingan antara kekuatan AUD dan harga obligasi menambah pentingnya mengikuti perkembangan data inflasi, pernyataan pejabat bank sentral, dan arah pasar suku bunga. Waspadai perubahan sentimen bila ada perubahan dalam retorika RBA atau data ekonomi yang merubah ekspektasi pasar.
Forecast akhir 2026 sebesar 0.73 menunjukkan skenario bullish untuk AUDUSD, meskipun faktor eksternal seperti dinamika ekonomi global dan kebijakan bank sentral lain bisa mengubah arah. Analisis ini konsisten dengan pembacaan OCBC dan kebijakan pasar yang berkembang; tetap diperlukan evaluasi berkala terhadap risiko.
Para pelaku pasar perlu memantau data inflasi Australia dan dinamika pasar obligasi domestik untuk menilai kelanjutan tren. Jika inflasi melandai atau ada sinyal perubahan kebijakan, maka AUD bisa menguat lebih lanjut atau sebaliknya. Komentar Hauser menempatkan fokus pada risiko inflasi dan bagaimana RBA menanganinya kedepan.
Intinya, meskipun prospek menengah untuk AUDUSD terlihat positif, investor disarankan untuk membangun rencana manajemen risiko yang jelas. Fluktuasi harga, pergeseran kebijakan, dan perkembangan global dapat memengaruhi arah kurs secara signifikan. Cetro Trading Insight menyarankan pendekatan berhati-hati dengan monitor ketat terhadap indikator utama dan berita fiskal.