AUD Menguat Pasca Rilis CPI Australia: Ekspektasi Hawkish RBA dan Dampaknya pada AUDUSD

AUD Menguat Pasca Rilis CPI Australia: Ekspektasi Hawkish RBA dan Dampaknya pada AUDUSD

trading sekarang

AUD menguat terhadap beberapa mata uang utama setelah rilis inflasi Januari. Data CPI Australia menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0.4%, lebih tinggi dari 0.1% pada bulan Desember. Menurut Cetro Trading Insight, kondisi ini mempertegas ekspektasi bahwa bank sentral akan menjaga sikap hawkish.

Trimmed Mean CPI MoM naik 0.3%, meningkat dari 0.2% sebelumnya. Secara tahunan, Trimmed Mean CPI mencapai 3.4%, lebih tinggi dari proyeksi 3.3%. Sementara itu, headline inflation tetap di 3.8%, sedikit lebih tinggi daripada ekspektasi 3.7%.

RBA pada pertemuan kebijakan bulan ini membuka peluang kenaikan lebih lanjut dengan OCR 3.85%. Gubernur Bullock menegaskan bahwa pulsa inflasi terlalu kuat untuk membiarkan inflasi melambat tanpa kendali. Karena ekspektasi hawkish ini, AUD diperdagangkan menguat sekitar 0.7% di atas level 0.7100.

US Dollar melemah setelah pidato State of the Union Presiden Trump. Indeks DXY turun sekitar 0.13% dan mendekati level 97.75. Pasar menafsirkan fokus kebijakan yang dibawa SOTU sebagai faktor pendukung risiko dan permintaan terhadap aset negara berkembang.

Trump memuji kebijakan tarif yang diberlakukan selama masa jabatannya, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pemulihan ekonomi. Ia juga mengkritik putusan Mahkamah Agung yang menentangnya. Pernyataan ini menambah dinamika pada persepsi kebijakan perdagangan AS dan dampaknya terhadap valuta asing.

Dalam konteks global, pergerakan DXY yang lebih lemah mendukung pergerakan tingkat lever terhadap AUDUSD.

Fokus pasar juga pada potensi kenaikan lebih lanjut dari RBA mengingat data inflasi Australia. Data inflasi menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dan membuka ruang bagi tindakan hawkish. OCR berada pada 3.85% dan menjadi salah satu faktor penggerak AUD terhadap USD.

Sisi AS, kebijakan tarif dan dinamika fiskal bisa menambah volatilitas bagi pasangan yang melibatkan USD. Kebijakan fiskal AS dan isu perdagangan global dapat memperkuat tekanan pada volatilitas pasar valuta asing. Pelaku pasar perlu menjaga manajemen risiko saat berita inflasi tetap menjadi pendorong utama.

Dari sudut pandang investasi, kombinasi inflasi, kebijakan moneter, dan faktor geopolitik akan membentuk arah jangka menengah terhadap AUDUSD.

broker terbaik indonesia