EUR/GBP bergerak melemah secara tipis karena pelaku pasar menilai ulang arah kebijakan bank sentral utama. Pasangan ini menurun ke sekitar 0.8710 setelah sempat menyentuh high harian di sekitar 0.8739. Perubahan ekspektasi kebijakan dan risiko inflasi menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar.
Lonjakan harga minyak terkait konflik US-Iran menambah kekhawatiran inflasi global. Sinyal tersebut membuat Bank of England dan Bank Sentral Eropa lebih berhati-hati pada langkah selanjutnya. Pelaku pasar juga memperhatikan potensi gangguan pasokan via Selat Hormuz sebagai faktor pendongkrak biaya.
Respons pasar terhadap inflasi zona euro relatif terbatas terhadap pergerakan euro. Data HICP inti zona euro Feb menunjukkan peningkatan, meskipun tetap di bawah ekspektasi beberapa analis. Eksekutif ECB menyiratkan kewaspadaan terhadap perubahan kebijakan di tengah volatilitas geopolitik.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global dan memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral. Konflik di wilayah Timur Tengah memperlambat pemulihan pasokan energi, menambah biaya bagi produsen dan konsumen. Pergerakan harga minyak meningkatkan volatilitas di pasar mata uang.
Pasar mengurangi harapan bahwa BoE akan melakukan pelonggaran suku bunga pada pertemuan mendatang, sedangkan ECB menahan nada kebijakan yang lebih tegas. Geopolitik menambah ketidakpastian terkait arah kebijakan para bank sentral utama. Investor menilai risiko dan dampak bagi euro terhadap pergerakan mata uang secara keseluruhan.
Inflasi zona euro tetap menjadi fokus utama, meskipun tekanan minyak tidak sepenuhnya mem-cover risiko harga lebih tinggi. Data Februari menunjukkan perbaikan berbeda pada inti HICP dengan kenaikan bulanan dan tahunan yang kuat. Bank sentral menegaskan bahwa tidak ada tindakan kebijakan besar tanpa data yang lebih jelas.
ECB mengekspresikan pemantauan ketat terhadap perkembangan inflasi sebagai respons terhadap konflik US-Iran. Pembuat kebijakan menekankan perlunya evaluasi data terbaru sebelum melakukan perubahan kebijakan. Mereka juga menyoroti bahwa volatilitas geopolitik menambah ketidakpastian bagi prospek ekonomi.
Pernyataan pejabat utama seperti Yannis Stournaras dan Francois Villeroy de Galhau menekankan kehati-hatian dan menghindari spekulasi arah kebijakan terlalu dini. Mereka memperingatkan bahwa inflasi bisa naik jika konflik berlarut, sementara pertumbuhan tetap berada pada tingkat potensi. Pasar menilai komunikasi ini sebagai sinyal kehati-hatian, bukan perubahan mendesak kebijakan.
Kondisi makro ini menciptakan dinamika yang membatasi gerak EUR terhadap GBP dalam jangka pendek. Investor mencari konfirmasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan dan data ekonomi untuk menilai peluang trading. Secara umum, narasi saat ini menuntut kehati-hatian dan manajemen risiko yang lebih ketat.
| Pasangan | Buka | TP | SL | Sinyal | Jenis |
|---|---|---|---|---|---|
| EURGBP | 0.871 | 0.86 | 0.875 | Sell | Fundamental |