
Peneliti MUFG, Derek Halpenny dan Abdul-Ahad Lockhart, menilai bahwa reli AUD/NZD mungkin telah mencapai puncaknya. Mereka menekankan bahwa perbedaan suku bunga antara Australia dan Selandia Baru mulai berbalik arah, menjadikan dinamika spread sebagai pemicu potensi perubahan arah. Hasil kerja empiris mereka menunjukkan bahwa penyempitan spread bisa menjadi sinyal koreksi downside yang lebih luas pada pasangan mata uang ini.
Mereka berpendapat jika spread menyempit kembali, penurunan tajam pada AUD/NZD bisa berlanjut lebih lama. Hal ini bukan sekadar soal tingkat suku bunga saat ini, melainkan bagaimana prospek kebijakan kedepan mempengaruhi aliran modal. Temuan mereka menegaskan pentingnya memantau spread sebagai indikator utama arah AUD/NZD.
Pergerakan AUD/NZD tidak bisa dipahami hanya dari satu faktor negara tertentu. Kondisi ini mendorong investor untuk menilai secara menyeluruh perubahan kebijakan kedua bank sentral dan bagaimana hal itu menyeimbangkan permintaan terhadap kedua mata uang. Kunci bagi pelaku pasar adalah memahami bahwa penyempitan spread bisa mengindikasikan perubahan tren, meski belum tentu berarti tren jangka panjang telah berganti.
RBNZ pada pertemuan terbaru menegaskan bahwa kenaikan suku bunga akan datang, meski voting berakhir imbang 3-3 dan menjaga suku bunga pada 2.25%. Komunikasi bank sentral menunjukkan komitmen untuk melanjutkan siklus kenaikan di masa mendatang. Beberapa analis menilai bahwa kenaikan 20 basis poin bisa terjadi pada pertemuan berikutnya di Juli.
Pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan berturut-turut menuju September, dengan pembentukan sekitar 40bps tambahan. Dalam konteks ini, skenario dua kenaikan berturut-turut dianggap masuk akal jika pesan kebijakan tetap hawkish.
Beberapa investor tetap skeptis karena kondisi ekonomi yang campur aduk. Namun, studi empiris menunjukkan bahwa ketika AUD/NZD turun secara signifikan bersamaan dengan penyempitan spread AU-NZ 2-tahun, penurunan tersebut cenderung berlanjut. Proyeksi umum menyebutkan sekitar 110bps kenaikan total hingga Maret 2027 meski tidak dijamin sepenuhnya.
Bagi trader FX, fokus utama adalah perbedaan kebijakan moneter kedua negara sebagai pendorong utama AUD/NZD. Ketika RBNZ menegaskan rencana kenaikan sementara RBA cenderung pause, dinamika spread bisa berubah arah. Faktor kebijakan menjadi penentu utama arah pasangan ini dan memerlukan pemantauan cermat.
Karena kebijakan tetap dinamis, disarankan memantau keputusan RBNZ di Juli dan komunikasi RBA tentang jalur kebijakan selanjutnya. Manajemen risiko yang ketat sangat penting, termasuk pembatasan eksposur dan penggunaan level stop loss yang jelas. Hindari mengandalkan satu sinyal saja dan cari konfirmasi dari beberapa indikator teknikal.
Secara praktik, potensi downside untuk AUD/NZD meningkat jika penyempitan spread berlanjut dan faktor fundamental tetap tidak mendukung. Namun untuk menilai peluang risiko-keuntungan, trader perlu menjaga rasio minimal 1:1.5 dan menerapkan rencana trading yang disiplin. Karena pasar FX sangat responsif terhadap data kebijakan, pendekatan gabungan antara analisis fundamental dan indikator teknikal dapat memberikan konfirmasi yang lebih andal.