
Kinerja RMKO melaju kencang sepanjang enam bulan pertama 2026, menandai momentum rebound yang signifikan bagi perusahaan kontraktor batu bara. Pendapatan usaha RMKO mencapai Rp181,2 miliar hingga Juni 2026, meningkat 89,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan jasa batu bara, terutama di segmen hauling, muatan batu bara kereta api, dan aktivitas konstruksi yang sedang berjalan. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kita.
Kenaikan volume hauling dan loading kereta api menjadi motor utama pertumbuhan. Volume loading batu bara ke kereta api naik 277,9% YoY menjadi 1,4 juta ton, sementara volume hauling melonjak 107,9% YoY menjadi 557,5 ribu ton. Lonjakan dua segmen ini sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional dan efisiensi rantai pasok perseroan. Manajemen menilai kebijakan pertambangan pemerintah yang lebih jelas akan memperkuat kepercayaan atas permintaan ke depan.
Di sisi profitabilitas, RMKO berhasil menekan kerugian YoY sebesar 14,8% menjadi Rp47,4 miliar pada semester I-2026. Meski masih membukukan rugi, arus kas operasional perseroan positif sebesar Rp42,8 miliar mencerminkan perbaikan kualitas kinerja operasional. Rasio keuangan tetap terjaga dengan DER sebesar 0,45 kali, menunjukkan profil pendanaan yang relatif konservatif.
Pada sisi prospek, manajemen RMKO menyatakan optimisme terhadap pencapaian target volume angkutan batu bara hingga akhir tahun. Kuartal kedua 2026 menunjukkan momentum berlanjut, ditandai TLS yang telah mencapai 1,4 juta ton. Poin pentingnya, perusahaan menilai bahwa kinerja ini akan berlanjut ke semester kedua seiring dengan penyelesaian fasilitas pendukung operasional di Sumatera Selatan.
Target volume muatan kereta api RMKO ditetapkan sebesar 3,6 juta ton hingga akhir 2026, menegaskan arah strategi perusahaan untuk meningkatkan pangsa layanan. Proyeksi ini didorong oleh peningkatan kapasitas TLS dan progres proyek-proyek konstruksi yang berlangsung. Perubahan kebijakan pertambangan pemerintah di semester kedua menjadi faktor kunci yang dapat memperkuat posisi RMKO di pasar logistik batu bara.
Dengan pelaksanaan Right Issue I yang memperkuat likuiditas dan struktur modal, RMKO menegaskan komitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Proyek pendukung di Sumatera Selatan diharapkan memberikan kontribusi lebih besar pada pendapatan di segmen hauling dan konstruksi. Sinyal dikatakan positif, asalkan kebijakan dan pasar tetap stabil sepanjang sisa 2026.
| Indikator | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Pendapatan per Juni 2026 | Rp181,2 miliar | YoY: +89,1% |
| Volume loading kereta api | 1,4 juta ton | YoY: +277,9% |
| Volume hauling | 557,5 ribu ton | YoY: +107,9% |
| Rugi 1H-2026 | Rp47,4 miliar | Saldo rugi |
| Arus kas operasional | Positif Rp42,8 miliar | Kualitas operasional membaik |
| DER | 0,45x | Profil pendanaan konservatif |