AUD/NZD melonjak menuju 1,1630 setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%. Langkah tersebut menandakan sikap kebijakan yang lebih tegas untuk mengekang tekanan inflasi. Pergerakan kurs ini didorong oleh ekspektasi bahwa biaya pinjaman akan tetap lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
RBA menegaskan bahwa tidak ada pemotongan suku bunga di horizon dan kebijakan akan tetap ketat hingga inflasi menunjukkan pelaksaannya menurun. Data inflasi terakhir menunjukkan tekanan harga tetap kuat dengan IHK Desember YoY 3,8%, lebih tinggi dari estimasi 3,6% dan sebelumnya 3,4%. Bank sentral juga menyoroti bahwa risiko terhadap inflasi condong ke atas.
Di hadapan rilis data penting, para pelaku pasar menilai Neraca Perdagangan Australia untuk Desember dan data Ketenagakerjaan Kuartal IV Selandia Baru sebagai sumber kejutan potensial bagi AUD/NZD. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi bagaimana data tersebut menambah pandangan bahwa kebijakan bisa tetap ketat dan mendukung imbal hasil yang lebih menarik bagi mata uang tersebut.
Inflasi tetap menjadi fokus utama kebijakan, dengan IHK Desember menunjukkan tekanan harga tetap tinggi di level 3,8% YoY. Angka ini menambah tekanan atas pelaksanaan kebijakan yang lebih hawkish di nyala bank sentral. RBA menjaga pandangan bahwa laju inflasi masih berisiko naik jika permintaan tidak sejalan dengan penawaran.
Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga tidak ada di cakrawala karena risiko inflasi tetap mengarah ke atas. Bank sentral juga menilai bahwa indikator biaya kredit menjaga tekanan pada konsumsi dan investasi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam beberapa kuartal ke depan.
Selanjutnya, data Neraca Perdagangan Desember Australia dan laporan ketenagakerjaan NZQ4 menjadi katalis penting. Investor akan menimbang bagaimana hasil data tersebut mempengaruhi prospek kebijakan dan arah pasangan AUD/NZD dalam beberapa waktu mendatang. Kedua data tersebut bisa menentukan arah volatilitas pada pasangan ini.
Bagi trader, arah AUD/NZD cenderung bertahan ke arah positif jika data ekonomi menunjukkan momentum yang kuat serta dukungan kebijakan hawkish. Pasangan ini juga bisa berada dalam fokus likuiditas karena pergerakannya dipengaruhi arus data dan komentar bank sentral. Keputusan manajeman risiko menjadi kunci karena volatilitas sering meningkat menjelang rilis data utama.
Momentum transaksi dapat meluas jika data ketenagakerjaan NZQ4 dan neraca perdagangan Australia memicu kejutan positif. Namun, rilis data yang negatif bisa membawa koreksi singkat atau retracement terhadap level teknis. Investor disarankan untuk menggunakan ukuran posisi yang tepat dan menempatkan stop loss sesuai toleransi risiko.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analisa pasar finansial. Laporan ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang faktor fundamental yang mempengaruhi AUD/NZD tanpa mengikat pada rekomendasi spesifik, dan menekankan pentingnya manajemen risiko bagi pembaca. Pembaca juga didorong untuk melakukan evaluasi sendiri.