Saham Nikel BEI Melesat Didukung Pasokan Ketat dan Revisi Target Bahana untuk MDKA INCO ANTM

Saham Nikel BEI Melesat Didukung Pasokan Ketat dan Revisi Target Bahana untuk MDKA INCO ANTM

Signal M/DKABUY
Open3540
TP4300
SL3200
trading sekarang

Industri tambang nikel membidik kilau baru setelah data pasar menunjukkan peningkatan minat investor dan prospek pasokan yang lebih ketat. Pergerakan harga logam ini memicu gelombang optimisme di kalangan pelaku pasar, meskipun volatilitas tetap menjadi bagian dari dinamika. Pada perdagangan Kamis, eksekutif dan investor menanti kilau angka-angka yang bisa memantik reli lebih lanjut. Data BEI menunjukkan sinyal positif bagi saham-saham tambang nikel, memperkuat narasi pemulihan sektor tersebut.

Di antara emiten utama, MDKA naik 7,60% menjadi Rp3.540 per unit, MBMA 8,92% ke Rp855, TINS menguat 3,04% ke Rp4.110. Selain itu, NICL 3,93% ke Rp1.190, NCKL 3,44% ke Rp1.505, DKFT 3,07% ke Rp840, ANTM 2,72% dan INCO 2,55% berkontribusi pada reli sektoral. Kenaikan ini menegaskan dinamika minat investor terhadap sektor logam, yang dipicu ekspektasi pengetatan pasokan dan peningkatan valuasi relatif di pasar global.

Sementara itu, kontrak berjangka nikel menguat 3,6% menjadi USD17.393 per ton pada Rabu. Harga sempat mendekati USD18.000 per ton pekan lalu sejalan dengan langkah pemerintah memangkas tajam produksi di Weda Bay Nickel, tambang nikel terbesar di dunia yang berlokasi di Indonesia. Langkah tersebut memicu lonjakan harga di tengah ekspektasi pengetatan pasokan, meski sebagian investor meninjau ulang skala dan waktu pembatasan. Aksi penyesuaian posisi oleh spekulan turut memicu koreksi harga, sementara permintaan musiman di China menjelang Tahun Baru Imlek memperlambat aktivitas perdagangan fisik dan membatasi dukungan harga. Pelaku pasar kini mencermati sinyal pasokan selanjutnya.

EmitenPerubahanHarga
MBMA+8,92%Rp855
MDKA+7,60%Rp3.540
TINS+3,04%Rp4.110
NICL+3,93%Rp1.190
NCKL+3,44%Rp1.505
DKFT+3,07%Rp840
ANTM+2,72%
INCO+2,55%

Faktor utama di balik gerak harga adalah dinamika pasokan global. Pemerintah Indonesia mengubah kuota produksi Weda Bay Nickel yang besar dan menjadi sinyal penting bagi pasar, membawa fokus pada bagaimana pengetatan pasokan bisa menahan lonjakan harga. Sempat mendekati USD18.000 per ton pekan lalu, nikel menunjukkan respons volatil akibat perubahan kebijakan dan sentimen investor.

Permintaan musiman di China menjelang Tahun Baru Imlek turut memoderasi aktivitas fisik, sehingga dukungan bagi harga menjadi lebih terbatas. Meski demikian, para analis tetap memperhatikan jalur pasokan karena potensi perubahan kuota bisa mengubah dinamika pasar dalam beberapa kuartal ke depan. Investasi dan spekulasi terkait RKAB juga menjadi faktor yang diperhitungkan pasar dalam memahami pergerakan harga jangka menengah.

Beberapa investor menilai bahwa eksekusi RKAB akan menjadi kunci utama untuk menjaga reli harga ke depan. Risiko utama tetap berasal dari pelemahan harga nikel jika kebijakan tidak konsisten atau jika output tambang mengalami pelonggaran. Kendati demikian, faktor permintaan China dan volatilitas pasar global memberikan ruang bagi reli harga yang berkelanjutan jika pasokan tetap tertahan.

Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa sektor tambang logam berada dalam rejimen rerating global, dengan valuasi EV/EBITDA untuk 2026–2027 secara umum meningkat. Bahana Sekuritas mempertahankan overweight untuk sektor ini dan menaikkan target harga pada INCO, ANTM, MDKA, dan NCKL, sambil merevisi naik target harga berbasis sum of the parts (SOTP) untuk MDKA dan NCKL. Rerating ini menempatkan MDKA sebagai saham pilihan utama karena struktur tambang yang lebih terintegrasi dinilai lebih berpeluang memenuhi kuota dibanding produsen yang bergantung pada penjualan pihak ketiga.

Bahana juga menyoroti bahwa reli harga saat ini lebih didorong oleh posisi spekulatif daripada pengetatan pasokan fisik, sehingga evaluasi risiko menjadi penting. Target harga yang lebih tinggi mencerminkan perubahan valuasi global terhadap sektor logam dan dukungan terhadap emiten yang memiliki kapasitas produksi terintegrasi. Namun, risiko utama tetap ada pada pelemahan harga nikel, ketidakpastian kebijakan, serta keterlambatan eksekusi RKAB yang dapat mempengaruhi peluang realisasi keuntungan.

Menurut Cetro Trading Insight, rekomendasi overweight untuk sektor tambang logam tetap relevan, dengan MDKA sebagai fokus utama karena potensi kuota dan integrasi operasionalnya. Bahana menaikkan target untuk INCO dan ANTM serta meningkatkan SOTP untuk MDKA dan NCKL menandakan rerating positif terhadap struktur nilai perusahaan. Skenario terburuk tetap dihadapi jika kebijakan pengendalian pasokan tidak konsisten atau jika pasar mengalami pengetatan permintaan global yang berdampak pada harga jangka panjang.

broker terbaik indonesia