Bank RBA memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.85% pada pertemuan Februari, menunjukkan kekhawatiran terhadap tekanan kapasitas dan permintaan domestik yang lebih kuat dari perkiraan. Kebijakan ini menegaskan bahwa komite tetap berhati-hati terhadap inflasi yang berada di atas target 2-3%. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan lanjutan sekitar 76% pada bulan Mei jika tekanan inflasi tetap bertahan.
Data CPI Australia untuk Januari diperkirakan naik tipis menjadi 3.7%, menjelang rilis pekan ini. Angka tersebut menjadi ujian bagi pandangan hawkish yang telah terbentuk, terutama jika tekanan Trim CPI tetap kuat meski angka inti cenderung stabil. Sementara itu, sebagian kekhawatiran berasal dari potensi implementasi tarif global yang baru, yang menambah ketidakpastian lintas pasar.
Di sisi AUD/USD, pasangan ini tergelincir dalam kisaran sempit di sekitar 0.7060 karena para pelaku pasar menunggu arah dari rilis CPI dan komentar kebijakan. Pergerakan harga terlihat terkonolidasi dalam kisaran sekitar 0.7000 hingga 0.7150 selama beberapa pekan, dengan pola candlestick kecil yang mengindikasikan ketidakpastian menjelang data utama.
Analisa teknikal menunjukkan AUDUSD bergerak sideways dalam rentang sekitar 0.7000–0.7150, dengan volatilitas terbatas dan beberapa candles berukuran kecil yang menandakan keragu-raguan pasar. Kondisi ini bertahan hampir empat minggu, menandakan konsolidasi yang berpotensi memicu arah baru jika ada konfirmasi breakout. Level 0.7160 tidak berubah signifikan hari ini, tetapi area 0.7100–0.7150 menjadi fokus karena likuiditas cenderung meningkat di sana.
Struktur teknikal tetap bullish terhadap trend jangka menengah, didukung oleh posisi harga yang berada di atas Moving Average 50-hari sekitar 0.6890 dan MA 200-hari di sekitar 0.6660. Fakta bahwa harga berposisi di atas kedua EMA tersebut mengindikasikan tren naik yang masih kuat meski momentum jenuh sesaat. Pergerakan di atas 50-day EMA meningkatkan probabilitas kesinambungan kenaikan menuju level-level kunci berikutnya.
Momentum saat ini terlihat lesu karena Stochastic Oscillator kembali ke wilayah netral setelah keluar dari zona overbought, menandakan momentum menguat bukan lagi berada di puncak. Kondisi ini memperbesar peluang breakout jika harga mampu menembus batas 0.7150 secara jelas. Sebaliknya, penurunan di bawah 0.7000 berpotensi membawa AUDUSD ke fokus ke EMA 50 hari atau lebih rendah lagi.
Skenario utama adalah melanjutkan posisi long jika AUDUSD berhasil menembus 0.7150, dengan target pertama di 0.7200 dan potensi lanjut ke area 0.7220–0.7230 jika momentum tetap kuat. Saat ini terbaca adanya peluang masuk pasar sekitar harga pembukaan atau 0.7060 untuk memanfaatkan pergerakan menuju level breakout. Stop loss diposisikan di 0.7000 untuk menjaga risiko relatif sebagai bagian dari kerangka risiko-untung minimal lebih dari 1:1,5.
Dalam skenario alternatif, jika harga gagal menembus 0.7150 dan turun menembus 0.7000, irisan teknikal menunjukkan kemungkinan pergeseran ke sisi bawah dari pola konsolidasi. Titik fokus berikutnya adalah ulang posisi dari 50-day EMA sekitar 0.6890 hingga level support sekitar 0.6800 jika tekanan rilis CPI dan risiko global berlanjut. Investor disarankan untuk menilai volatilitas dan mengatur ukuran posisi sesuai profil risiko.
Analisis ini menggabungkan elemen teknikal dengan konteks fundamental yang relevan. Meski berita rata-rata menambah tekanan, struktur harga yang lebih tinggi tetap menjadi sinyal utama bagi potensi upside jika neckline breakout terjadi. Pada akhirnya, rekomendasi ini disampaikan sebagai panduan umum oleh Cetro Trading Insight, dengan catatan bahwa risiko pasar bisa berubah dengan cepat.