AUD/USD tetap dekat dengan puncak baru-baru ini dan diperdagangkan sekitar 0.7140 pada Kamis. Pasangan ini menunjukkan momentum relatif kuat meski volatilitas tetap ada. Level 0.7100 menjadi anchor psikologis yang menjaga risiko pergerakan turun.
Harga sempat menyentuh 0.7147, tertinggi tiga tahun, sebelum melakukan koreksi ringan. Adanya dorongan pada dolar AS karena data tenaga kerja yang solid membatasi potensi penurunan pasangan. Menurut Cetro Trading Insight, meskipun dinamika global mendorong pengetatan kebijakan di beberapa wilayah, AUD tetap mendapat dukungan dari sinyal kebijakan domestik.
Secara teknikal, skenario jangka pendek masih bergantung pada arah dolar AS dan sikap pasar terhadap kebijakan moneter global. Berbagai faktor fundamental seperti inflasi dan data pekerjaan akan menjadi penentu utama arah pergerakan. Pada level saat ini, 0.7120-0.7100 dapat berperan sebagai batas bawah jika terjadi koreksi, sementara potensi kenaikan bisa berhenti di sekitar 0.7160-0.7180 tergantung kejutan rilis data selanjutnya.
Ekspektasi inflasi konsumen Australia rebound ke sekitar 5% pada Februari, tertinggi dalam hampir tiga tahun. Pasar menafsirkan ini sebagai sinyal bahwa RBA mungkin melanjutkan pola pengetatan untuk menahan tekanan harga. Bank sentral baru-baru ini menaikkan suku bunga hingga 3.85% dan tidak menutup peluang kenaikan lanjutan jika tekanan inflasi tetap tinggi.
Kata-kata hawkish dari Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser memperkuat dorongan untuk AUD. Bank sentral menegaskan kebijakan yang bergantung pada data dan tidak menyingkirkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut jika ekspektasi inflasi tetap tinggi. Analisis pasar menunjukkan bahwa perbedaan antara dinamika FX dan pasar obligasi tetap besar, sehingga arah kebijakan bisa menjadi pembentuk utama sentimen mata uang.
Di sisi lain, analis seperti OCBC menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kekuatan pasar FX dengan sikap berhati-hati di pasar obligasi. Ketakutan terhadap overhang inflasi di Australia bisa menjaga panduan kebijakan tetap hawkish. Meskipun AUD mendapat dasar kuat dari domestik, arah lanjutannya sangat bergantung pada data inflasi dan dinamika pekerjaan yang akan datang.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan penambahan pekerjaan sekitar 130.000 pada Januari, mendekati dua kali ekspektasi 70.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4.3% meski beberapa revisi data sebelumnya menambah nuansa. Kontributor utama peningkatan pekerjaan terlihat di sektor kesehatan dan revisi data sebelumnya memperkuat gambaran ketahanan pasar tenaga kerja.
Minggu ini, klaim pekerjaan awal turun menjadi 227.000 menunjukkan potensi kekuatan pasar tenaga kerja. Pasar juga memangkas peluang pelonggaran kebijakan pada bulan Maret, dengan fokus bergeser ke kemungkinan pemotongan suku bunga pada Juni. Kondisi ini menjaga volatilitas dolar AS dan memberi AUD peluang untuk bergerak dalam kisaran yang lebih luas.
Dengan kombinasi data AS yang relatif kuat dan dinamika domestik Australia yang mendukung, arah AUD pada jangka pendek tetap tergantung pada bagaimana pasar menilai kebijakan moneter. Risiko utama adalah jika data inflasi Australia menunjukkan perbaikan agresif, AUD bisa meluncur lebih tinggi; sebaliknya, jika data AS melemah, dolar bisa melemah dan mendorong koreksi pada pasangan. Secara keseluruhan, pergerakan AUDUSD diperkirakan tetap berada dalam kisaran hingga papar data ekonomi berikutnya mengundang tren baru.