
Data US Core PCE menunjukkan laju inflasi inti di 3.3% secara Year-over-Year, dengan kenaikan bulanan 0.2%. Angka tersebut sesuai konsensus dan membantu mengurangi ketidakpastian mengenai arah kebijakan bank sentral. Reaksi pasar relatif tenang karena investor mengandalkan data pekerjaan berikutnya untuk mengubah harga risiko dan ekspektasi suku bunga. Meski demarkasi ini tidak mengubah narasi jangka panjang, ia menunda pergerakan besar di pasar valuta asing.
Di Australia, Capex Q1 melonjak 6.5% secara kuartalan, lebih tinggi dari proyeksi 1.0%. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh belanja untuk pusat data dan perkiraan capex 2026-27 direvisi naik hampir 10%. Sementara itu, pengeluaran rumah tangga turun 1.1% MoM, menunjukkan kontras antara investasi kuat dan permintaan domestik yang melemah. Kombinasi ini memberi sinyal bahwa dinamika pertumbuhan dan produktivitas bisa mempengaruhi jalur kebijakan RBA ke depan.
AUD/USD kemudian mempertahankan rebound dari level 0.7100 meski data CPI AS lebih lemah dari ekspektasi. Data capex Australia yang kuat menambah bobot pada argumen bahwa struktur ekonomi berbeda dari model inflasi bank sentral, yang membuat jalan ke kebijakan moneter lebih berhati-hati. Secara struktural, kisah ini berpotensi mendukung AUD dalam jangka menengah meski momentum teknikal masih rapuh.
Secara teknis, EMA 50-harian berada di sekitar 0.7100 dan berhasil menjaga harga saat uji level tersebut pada perdagangan Kamis. Indikator Stochastic RSI menunjukkan pergeseran dari keadaan overbought, meskipun ruang untuk bergerak lebih tinggi masih ada bila ada katalis baru. Level 0.7300 tetap dikisarkan sebagai area resisten utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Rencana pergerakan menilai bahwa 0.7200 menjadi trigger untuk pergerakan berkelanjutan; jika harga mampu menembus 0.7200, area 0.7250–0.7300 bisa diperdagangkan sebagai target. Sebaliknya, jika harga menurun di bawah 0.7100, jalurnya bisa menuju 0.7050 dan bahkan 0.7000, menandakan potensi perubahan sentimen menuju bias turun.
Perkiraan akhir pekan cenderung tenang dengan rilis data China PMI, pidato Ketua Fed Powell, dan statistik PDB Australia menjadi fokus utama. Secara umum, volatilitas diperkirakan rendah dan rentang pergerakan bisa dipertahankan sambil trader menunggu sinyal konfirmasi dari data berikutnya.
Kombinasi data makro menunjukkan dinamika yang saling bertolak belakang: investasi Australia melonjak sementara konsumsi rumah tangga melesu, dan pasar menimbang kemungkinan kebijakan moneter AS yang relatif netral. Kondisi ini menjaga AUD/USD pada posisi pendulum antara dukungan fundamental dan tekanan teknikal yang sedang berlangsung. Investor disarankan untuk mengikuti level kunci dan menyiapkan rencana manajemen risiko yang ketat.
Sinyal teknikal saat ini netral dengan peluang upside terbatas hingga ada konfirmasi di atas 0.7200. Jika harga menembus level tersebut, fokus beralih ke target di sekitar 0.7350 dengan stop di sekitar 0.7130 untuk menjaga proporsi risiko-risiko yang seimbang.
Untuk perdagangan yang lebih aman, disarankan mengikuti dinamika data hingga akhir pekan. Rencana trading yang efektif adalah tetap berada di kisaran 0.7100–0.7300 dengan trigger berbasis data, bukan spekulasi semata, serta selalu menimbang risiko terhadap potensi volatilitas berita ekonomi global.