
Cetro Trading Insight menyajikan analisis komprehensif mengenai AUD/USD dalam konteks data ekonomi terbaru dan dinamika kebijakan moneter.
AUD/USD berada sekitar 0.6910 pada pembukaan sesi Eropa. Pasar tetap bergantung pada arah risiko global karena investor menilai risiko geopolitik dan kebijakan moneter. Sentimen positif muncul dari spekulasi tentang kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran, meskipun tetap ada kekhawatiran akan kemajuan yang lambat.
Laporan menunjukkan pembicaraan mengenai gencatan senjata 45 hari antara AS, Iran, dan mediator regional. Beberapa sumber mengatakan peluang tercapainya kesepakatan dalam 48 jam ke depan sangat rendah. Dalam konteks ini, para pelaku pasar mencoba menimbang dampak kebijakan fiskal dan perdagangan terhadap arus modal yang mendukung aset berisiko.
Data tenaga kerja AS yang kuat dan progres NFP meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap hawkish. Angka NFP Maret bertambah 178 ribu pekerjaan, di atas proyeksi, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4.3 persen. Kondisi ini menambah tekanan pada AUD karena dolar biasanya menguat saat Fed berada pada jalur kenaikan suku bunga.
Data NFP AS yang kuat, dengan kenaikan 178 ribu pekerjaan, memperkokoh opini bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini berpotensi menguatkan dolar AS dan menjadi hambatan bagi AUD/USD untuk menguat. Pasar juga menilai bahwa pernyataan kebijakan lebih hawkish masih relevan dalam beberapa bulan mendatang.
Investors menantikan rilis US ISM Services PMI yang menjadi indikator utama kesehatan sektor jasa. Jika PMI menunjukkan pelebaran aktivitas, ekspektasi terhadap langkah kenaikan suku bunga lebih lanjut bisa menguat, mendorong dolar lebih kuat. Sebaliknya, jika data PMI datang lemah, volatilitas bisa meningkat dan AUD dapat mencoba membatasi kerugiannya.
Di sisi lain, Bank Sentral Australia menaikkan OCR menjadi 4.10 persen pada pertemuan Maret dan pasar menilai adanya kemungkinan kenaikan lagi pada pertemuan Mei karena inflasi tetap tinggi. Beberapa analis, termasuk Westpac, memperkirakan tiga kenaikan lagi di 2026 sehingga cash rate bisa mencapai 4.85 persen. Kondisi ini menegaskan perbedaan jalur kebijakan antara AS dan Australia yang menjadi faktor kunci bagi pergerakan AUD/USD.
Secara teknikal, AUD/USD tetap berada di sekitar 0.6910, mencerminkan kombinasi dukungan dari pasar berisiko dan tekanan dari dolar AS. Pergerakan jangka pendek akan sangat sensitif terhadap berita data ekonomi dan pernyataan kebijakan. Level kunci sekitar 0.70 dan 0.68 menjadi area penting yang bisa menentukan arah berikutnya.
Jika sentimen tetap didorong oleh data AS dan ekspektasi kebijakan hawkish, pasangan ini berpeluang melemah menuju kisaran 0.6770 hingga 0.6800. Dalam skenario alternatif, kemajuan negosiasi damai atau pernyataan kebijakan yang lebih dovish bisa menjaga AUDUSD di jalur rebound menuju 0.7000 hingga 0.7050. Pasar akan merespons perubahan data itu dengan volatilitas yang lebih tinggi.
Rencana perdagangan yang dianjurkan adalah membuka posisi jual di sekitar 0.6910 dengan target di 0.6770 dan stop loss di 0.7000. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.56:1, memenuhi syarat minimal 1:1.5. Tetap pantau rilis data ekonomi utama dan komentar bank sentral untuk memutakhirkan rencana perdagangan.