AUD/USD menembus level tertinggi tiga tahun pada hari Rabu, didorong oleh campuran faktor fundamental yang saling mempengaruhi. Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang lebih kuat dari ekspektasi, sebesar 130 ribu pekerjaan, menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve belum segera memangkas suku bunga. Namun, revisi besar terhadap data tenaga kerja 2025, termasuk penurunan 898 ribu pekerjaan untuk Maret 2025, memberi sinyal pelambatan yang lebih luas. Dalam konteks ini, fokus investor beralih pada bagaimana kebijakan moneter AS versus Australia akan membentuk arah pasangan ini, menurut laporan dari Cetro Trading Insight.
Dolar AS melemah secara umum pada respons terhadap revisi tersebut, dengan interpretasi bahwa perlambatan ekonomi yang lebih menetap menambah tekanan pada pelemahan dolar. Arah pergerakan ini membuka peluang bagi AUD untuk menguat terhadap USD, meskipun dinamika NFP memberikan gambaran campuran. Pergerakan harga menunjukkan bagaimana pasar menilai keseimbangan antara data kerja, inflasi, dan ekspektasi kebijakan di kedua negara.
Di sisi kebijakan, AUD mendapatkan dorongan dari RBA yang menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3.85% pada 3 Februari, sebagai bagian dari sikap hawkish untuk menahan inflasi. Deputy Governor Andrew Hauser menegaskan bahwa bias kebijakan tetap ketat jika inflasi tetap tinggi. Selain itu, rilis ekspektasi inflasi konsumen Australia untuk Februari berpotensi mendukung narasi hawkish tersebut, sementara fokus pasar minggu ini juga tertuju pada CPI AS pada Januari yang dirilis Jumat mendatang.
Secara teknikal, AUDUSD berada di atas EMA 50 hari di sekitar 0.6810 dan EMA 200 hari di sekitar 0.6616, menegaskan struktur tren naik dengan higher highs dan higher lows sejak level rendah Desember 0.6466. Posisi harga saat ini mengindikasikan momentum bullish yang berkelanjutan, meskipun indikator teknikal tidak selalu sejalan dengan perubahan fundamental jangka pendek.
Harga berada sekitar 0.7130 pada penutupan terbaru, dengan intraday high di 0.7143. Rintangan terdekat berada di 0.7143, sementara target berikutnya berada di 0.7200 hingga 0.7250. Dukungan utama terlihat di 0.7000, dilanjutkan oleh kisaran konsolidasi 0.6930-0.7000 antara kenaikan dan koreksi sebelumnya.
Stochastic Oscillator (14,5,5) berada pada 86.24/79.19, menandakan momentum yang cukup kuat namun wilayah jenuh beli. Belum terlihat crossover bearish yang jelas, sehingga tren naik tetap relevan selama harga tidak menembus level support utama.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah posisi beli (buy) pada AUDUSD dengan open sekitar 0.7130. Target keuntungan pertama di 0.7250, sedangkan stop loss ditempatkan di 0.7080. Dengan pembatasan risiko seperti ini, probability reward ratio sekitar 2.4:1 memadai untuk eksposur jangka pendek.
Manajemen risiko yang dianjurkan mencakup ukuran posisi sesuai toleransi, dan pertimbangkan trailing stop seiring harga bergerak ke atas 0.7200. Perhatian khusus juga diberikan pada rilis CPI AS Jumat; data lemah bisa menegaskan tekanan pada dolar, sedangkan data panas bisa menguji zona 0.7143–0.7250 dan memicu konsolidasi lebih lanjut.
Perlu diingat bahwa dinamika pasar bisa berubah karena faktor global. Jika CPI AS Januari lebih lemah dari ekspektasi, dolar bisa melemah lebih lanjut dan AUDUSD berpeluang menembus resistance. Namun jika CPI lebih panas, pergerakan bisa melambat dan pasar berpotensi mengalami koreksi jangka pendek.