AUD/USD Menguat di Tengah Dolar Melemah: Fokus pada Ketua Fed dan Ekspektasi Kenaikan RBA

AUD/USD Menguat di Tengah Dolar Melemah: Fokus pada Ketua Fed dan Ekspektasi Kenaikan RBA

trading sekarang

AUD/USD berhasil mempertahankan momentum kenaikan, diperdagangkan sekitar 0.6935 setelah pembukaan sesi Eropa. Dolar AS melemah, dengan indeks dolar (DXY) turun sekitar 0.35% mendekati level 97.10. Investor tengah menantikan pengumuman Ketua Federal Reserve baru yang diperkirakan akan dirilis dalam minggu ini.

Sentimen pasar didorong oleh kelemahan dolar, meskipun faktor teknikal tetap relevan. Pasangan AUD menunjukkan kekuatan relatif saat dolar berada di bawah tekanan, mencerminkan harapan bahwa kebijakan moneter AS bisa tetap dovish untuk sementara waktu. Pada saat yang sama, fokus beralih kepada kemungkinan RBA menaikkan suku bunga pada pertemuan Februari.

Menurut CME FedWatch, peluang bahwa Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3.50–3.75% tetap signifikan, sehingga pasar menimbang dampak kebijakan AS terhadap AUD. Data IHK Q4 Australia yang akan dirilis hari Rabu disebut-sebut bisa menunjukkan tekanan inflasi yang meningkat, mempengaruhi prospek kebijakan RBA dan arah AUDUSD.

Para pelaku pasar menantikan keputusan Ketua Fed yang baru; kebijakan tersebut diperkirakan akan mempengaruhi arah dolar AS secara langsung. Berdasarkan CME FedWatch, sebagian besar pasar memperkirakan Fed akan menahan suku bunga di kisaran 3.50–3.75% minggu ini, menciptakan volatilitas pada pasangan mata uang utama termasuk AUD/USD.

Di sisi kebijakan, fokus juga tertuju pada Reserve Bank of Australia (RBA) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Februari. Data pasar menunjukkan peluang sekitar 60% untuk kenaikan tersebut, meskipun rilis IHK Australia bisa mengubah pandangan investor secara signifikan. Hal ini menambah dinamika pada pergerakan AUDUSD.

Data inflasi AS dan publikasi IHK Australia menjadi katalis utama bagi pergerakan AUD/USD. Angka yang lebih kuat bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga di Australia, sementara data yang lemah akan menambah tekanan pada sikap kebijakan RBA dan dolar AS secara bersamaan. Secara teknikal, para trader terus memantau level resistance dan support kunci untuk langkah berikutnya.

Dinamika dolar AS yang melemah memberi angin segar bagi AUD dan komoditas terkait. Dalam beberapa hari terakhir, sentimen risiko cenderung membaik karena investor menimbang kemungkinan perubahan kebijakan di AS. AUD/USD terlihat sedikit lebih kuat, mendekati level 0.6935, sementara DXY turun dari puncaknya.

Selain itu, pasar menunggu rilis data IHK/Q4 Australia pada hari Rabu yang diperkirakan menunjukkan tekanan inflasi yang meningkat. Data tersebut bisa mempengaruhi pandangan pasar terhadap langkah kebijakan RBA di bulan Februari. Investor juga memperhatikan bagaimana data itu mengubah prospek pertumbuhan dan volatilitas pasar FX.

Secara keseluruhan, faktor utama yang menggerakkan AUD/USD tetap kebijakan moneter AS dan Australia, aliran risiko global, serta dinamika inflasi. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tren naik bagi AUD jika sentimen risk-on berlanjut dan data inflasi mendukung langkah-langkah hawkish dari RBA, meskipun pergerakannya tetap sensitif terhadap berita kebijakan AS.

broker terbaik indonesia