
AUD/USD terlihat mendapat dukungan pembeli pada hari Kamis seiring harapan atas perjanjian damai AS-Iran yang menekan kuat dolar AS. Sinyal hawkish dari Reserve Bank of Australia juga menambah daya dorong bagi aussie dengan potensi kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Di sisi lain, pasar menimbang asumsi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Desember yang bisa membatasi pelemahan dolar AS lebih lanjut.
Dolar AS mengalami penurunan karena dinamika geopolitik dan optimisme terhadap kesepakatan damai meningkatkan sentimen risiko di pasar. Indeks DXY turun dari level tertinggi sejak Maret, mengangkat peluang bagi pasangan mata uang berisiko seperti AUDUSD. Kondisi ini menambah peluang aussie untuk mempertahankan momentum kenaikannya meski batasan dari kebijakan moneter AS masih ada.
Selain itu, kebijakan moneter RBA yang lebih hawkish memberikan dukungan tambahan bagi AUD. Pasar juga menilai bahwa RBA mungkin menambah siklus kenaikan suku bunga jika inflasi tidak mereda. Sementara itu, ekspektasi terhadap jeda atau perlambatan di The Fed dapat menahan laju penurunan dolar AS.
Secara teknikal, AUD/USD tetap berada di sekitar resistance kunci yang membatasi penguatan lebih lanjut. Breakpoint 100-day SMA berfungsi sebagai tumpuan tekanan bagi kenaikan lanjutan, sementara harga masih berada di bawah retracement 50% dari pergerakan naik Maret–Mei. Kondisi ini menunjukkan peluang bagi pelaku pasar untuk menahan rally dan mencari peluang jual jika momentum tidak menahan pergerakan harga.
Indikator momentum menunjukkan ruang bagi tekanan bearish. RSI berada di sekitar 42, menandai momentum upside yang cenderung melemah jika tekanan jual kembali muncul. MACD menunjukkan sinyal negatif meski berada di wilayah nol, menegaskan dinamika momentum yang berbalik ke bawah. Kombinasi ini menambah kehati-hatian bagi posisi jangka pendek.
Di atas, level resistance pertama berada di sekitar 0.7054, diikuti oleh 0.7085 dan 0.7106 sebagai rintangan lebih lanjut. Sementara itu, sisi bawah menawarkan dukungan di sekitar 0.7002, dengan kerangka 0.6928 dan swing low di 0.6834 sebagai zona penyangga jika tekanan jual berlanjut. Para trader sebaiknya mengaitkan level ini dengan sinyal teknikal lain sebelum mengambil langkah besar.
Makur ke depan, para trader disarankan untuk berhati-hati terhadap volatilitas karena berita kebijakan moneter dan geopolitik yang berpotensi berubah arah. Meski AUD menunjukkan daya dukung dari RBA, risiko pasar tetap tinggi jika data inflasi AS mengejutkan. Manajemen risiko menjadi komponen penting dalam mengatur eksposur posisi di AUDUSD.
Analisis ini menghasilkan sinyal jual dengan level masuk sekitar 0.7040. Target take profit sekitar 0.6970 menilai jarak sekitar 70 pips. Stop loss ditempatkan di sekitar 0.7080 untuk menjaga risiko ke level yang wajar.
Ke depan, pergerakan AUDUSD sangat bergantung pada dinamika Fed dan kebijakan RBA serta perkembangan geopolitik. Pemantauan rilis data inflasi, pekerjaan, dan pernyataan bank sentral akan menentukan arah jangka pendek. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan ini dan menyajikan pembaruan pasar secara rutin.