AUD/USD bergerak menguat di sekitar 0,7020 pada sesi Asia, didorong oleh meredanya kekhawatiran terhadap gangguan AI yang sempat menekan sentimen investor. Kenaikan tersebut mencerminkan hubungan kuat antara AUD dan dinamika risiko global, terutama pada komoditas yang menjadi tulang pilar negara penghasil komoditas. Dalam konteks ini, pernyataan hawkish Gubernur Reserve Bank of Australia RBA Michele Bullock menambah pesan bahwa kebijakan moneter perlu lebih ketat.
Bullock menegaskan bahwa dewan perlu menaikkan Official Cash Rate OCR karena kapasitas ekonomi masih terbatas dan membutuhkan pengendalian lebih ketat terhadap permintaan. Ia menekankan bahwa kebijakan tidak bisa melonggarkan kecuali pasokan ekonomi dapat tumbuh lebih cepat. Pernyataan ini menambah tekanan bagi investor menilai arah suku bunga dan risiko inflasi jangka pendek.
Pengeluaran rumah tangga Australia turun 0,4% MoM pada Desember 2025, membalikkan kenaikan 1,0% bulan sebelumnya dan gagal memenuhi ekspektasi 0,2%. Sisi YoY tumbuh 5,0% menjadi laju terendah dalam empat bulan, mencerminkan tekanan biaya hidup dan biaya pinjaman yang lebih tinggi. Secara keseluruhan dinamika domestik ini menambah tantangan bagi AUD meski sentimen global lebih positif. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Pasar menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari yang tertunda pada hari Rabu, dengan ekspektasi sekitar 70.000 tambahan pekerjaan dan unemployment rate stabil di 4,4%. Ketidakpastian jadwal rilis menambah volatilitas jangka pendek bagi pasangan mata uang berisiko seperti AUDUSD. Selain itu, ada dugaan bahwa ekonomi AS masih menunjukkan fondasi yang kuat meski memperhatikan dinamika suku bunga dan inflasi.
Bloomberg melaporkan bahwa pembicaraan nuklir antara Iran dan AS dianggap maju oleh Masoud Pezeshkian, sambil menolak intimidasi. Araghchi menekankan bahwa negosiasi tergantung pada konsultasi di Washington dan Teheran tanpa ancaman. Investor juga mengikuti perkembangan geopolitik, karena perubahan sikap pada negosiasi dapat mempengaruhi sentimen risiko global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pertemuan lain direncanakan minggu ini dan memperingatkan konsekuensi berat jika tidak ada kesepakatan.
AUDUSD berada dalam fase pergerakan naik karena sentimen risiko yang membaik dan dukungan kebijakan RBA. Ketertarikan pasar terhadap komoditas Australia turut memperkuat basis bullish pada pasangan ini. Namun, dinamika domestik seperti pelemahan belanja rumah tangga tetap menjadi faktor pembatas bagi laju kenaikan.
Data AS yang akan datang menjadi kunci arah jangka pendek, karena investor menilai apakah angka lapangan kerja akan menambah dukungan terhadap kehati-hatian pasar terhadap perubahan kebijakan moneter. Penempatan risk appetite akan dipengaruhi oleh bagaimana angka tersebut dibandingkan dengan ekspektasi. Bila laporan menunjukkan momentum yang lebih lemah, AUD mungkin menghadapi tekanan teknikal.
Dalam konteks teknikal, jika AUDUSD mampu menjaga support di sekitar 0,70 hingga 0,71, peluang penguatan menuju 0,72 atau lebih mungkin terbuka. Namun sebaliknya, jika data AS memicu volatilitas yang lebih besar, pasangan ini bisa terkonsolidasi atau mengambil sikap korektif. Investor disarankan menimbang risiko biaya pinjaman dan perubahan prospek ekonomi global sebelum membuka posisi.