AUD/USD menguat menuju level terdekat karena pasar menantikan rilis data inflasi Australia. Fokus tertuju pada Indeks Harga Konsumen (IHK) kuartal keempat 2025 yang diperkirakan menampilkan laju inflasi tahunan sekitar 3,6%, lebih tinggi dari 3,2% sebelumnya. Data tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi masih berinjak di atas target yang diinginkan, sehingga membuka peluang bagi langkah pengetatan lebih lanjut dari Reserve Bank of Australia.
Di sisi domestik, momentum ekonomi Australia tampak solid. Indikator aktivitas, termasuk survei pembelian manajer (IMP), menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur dan jasa. Pasar tenaga kerja juga menunjukkan perbaikan dengan penambahan pekerjaan yang signifikan dan penurunan tingkat pengangguran, yang mendukung kapasitas ekonomi menyerap kebijakan yang lebih ketat tanpa memperburuk inflasi.
Pada saat yang sama, dolar AS melemah secara luas seiring investor menimbang arah kebijakan Federal Reserve menjelang keputusan penting bulan ini. Pasar memperkirakan bahwa Fed akan mempertahankan kisaran suku bunga 3,50%–3,75%, meskipun data inflasi dapat mengubah ekspektasi tersebut. Kelemahan dolar mendukung AUD/USD, meskipun pasangan ini tetap sensitif terhadap data inflasi Australia berikutnya dan visibilitas kebijakan moneter global.
Pergerakan dolar AS menjadi fokus utama bagi AUD/USD karena arah kebijakan AS mempengaruhi aliran modal dan risiko global. Ketidakpastian atas langkah Fed membuat pelaku pasar menilai risiko relatif mata uang utama terhadap dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Secara umum, sebagian besar analis memperkirakan Fed akan menahan suku bunga pada 3,50%–3,75% hingga adanya kejutan data inflasi atau sinyal dari para pejabat bank sentral.
Di pandangan global, keputusan kebijakan bank sentral lain juga membentuk arah dolar dan pasangan berisiko. Jika Fed tetap dovish dan memberi sinyal jalur kebijakan lebih longgar, dolar berpotensi melemah lebih lanjut. Namun jika data inflasi AS menunjukkan kekuatan ekonomi, dolar bisa kembali menguat dan menahan kenaikan AUD/USD.
Dari sisi teknikal, AUD/USD tetap menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan prospek inflasi Australia dan ekspektasi kebijakan global. Jika data IHK lebih kuat dari perkiraan, pasangan ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan menuju sekitar 0,7000–0,7050. Sebaliknya, kejutan dovish dari RBA atau pemulihan dolar AS dapat membalik momentum ke bawah dengan support terdekat di sekitar 0,6860.
Rencana perdagangan saat ini adalah posisi beli AUDUSD dengan level masuk sekitar 0,6930. Target untung (TP) dipasang di 0,6990 dan stop loss (SL) di 0,6890, menjaga rasio risiko-imbalan sekitar 1:1,5. Jika data inflasi Australia lebih kuat dari perkiraan, skenario long ini memiliki peluang lebih besar untuk terealisasi.
Risiko utama meliputi pelemahan inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi, yang bisa meredam saat ini ekspektasi RBA dan memperlambat pergerakan pasangan. Adapun kejutan kebijakan Fed yang lebih hawkish daripada konsensus dapat mendorong dolar AS naik, membatasi kenaikan AUD/USD atau segera membalik tren. Pelaku pasar juga perlu memperhitungkan perubahan sentimen risiko global yang bisa mengakibatkan volatilitas mendadak.
Untuk manajemen risiko, trader disarankan memantau pergerakan harga terhadap level kunci seperti 0,7000 dan 0,6860. Bila harga bergerak menjauhi entry, pertimbangkan trailing stop untuk menjaga keuntungan sambil memberi ruang terhadap volatilitas. Tetap waspada terhadap rilis data IHK berikutnya dan komentar pejabat bank sentral yang dapat mengubah arah pasar secara signifikan.