Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Operasi tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menandai eskalasi besar di kawasan tersebut. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi investor dan memperbesar volatilitas di pasar mata uang. Para analis menilai dinamika ini sebagai faktor utama yang mendorong preferensi terhadap aset safe-haven dan menekan risiko pada aset berisiko.
Dolar AS menguat, ditandai oleh lonjakan indeks dolar ke level enam minggu tertinggi sekitar 98.00. Pergerakan ini menambah beban bagi pasangan mata uang yang sensitif terhadap risiko, termasuk AUDUSD. Para pelaku pasar mencatat keterkaitan antara eskalasi geopolitik dan aliran modal menuju aset likuid yang dianggap lebih aman. Ketidakpastian geopolitik umumnya menahan pelaku pasar dari membuka posisi besar pada risiko mata uang berisiko.
Inflasi Australia melalui TD-MI Inflation Gauge ternyata turun 0.2 persen secara bulanan pada Februari, menjadi penurunan pertama sejak Agustus. Penurunan ini menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Australia. Investor menilai bagaimana dinamika inflasi lokal akan mempengaruhi likuiditas AUD dan kemampuannya bertahan terhadap kebijakan moneter global yang lebih ketat. Pasar juga akan menimbang apakah China akan memperlihatkan perubahan aktivitas ekonomi yang dapat memanjang dampaknya terhadap Australia.
AUDUSD dibuka dengan gap turun dan diperdagangkan sekitar 0.7070 pada sesi Asia hari Senin. Sentimen risiko tinggi tetap menggantung karena gejolak geopolitik yang berkembang, meski ada pembalikan teknis di beberapa jam berikutnya. Pergerakan harga mencerminkan dinamika antara permintaan terhadap dolar dan aliran likuiditas global. Para pelaku pasar memperhatikan dinamika regional untuk menilai arah pasangan ini.
Pasangan tersebut sempat pulih dari pembukaan gap, tetapi kekuatan dolar yang tetap kuat membatasi kenaikan lebih lanjut. Pergerakan ini menegaskan bahwa arah jangka pendek AUDUSD dipimpin oleh dinamika risiko global dan respons terhadap DXY. Analisis teknis menunjukkan level support sekitar 0.7040–0.7050 menjadi fokus jika tekanan risiko berlanjut.
Para pedagang akan menantikan data PMI Manufacturing China yang dirilis nanti hari itu. Perubahan pada aktivitas manufaktur China dapat mempengaruhi sentimen dan arus modal antara Australia dan mitra dagangnya. Hubungan ekonomi yang erat antara China dan Australia membuat AUD rentan terhadap pelemahan jika data menunjukkan perlambatan.
Outlook jangka pendek untuk AUDUSD tetap rapuh jika sentimen risiko global tidak mereda. Sinyal teknis menunjukkan potensi pola penurunan jika DXY tetap menguat dan risk-off bertambah kuat. Namun peluang perbaikan bisa muncul jika data ekonomi Australia bisa menyeimbangkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter.
Strategi trading sejalan dengan sinyal fundamental: jika DXY menguat lebih lanjut dan AUD tetap tertekan, posisi jual bisa dipertimbangkan dengan rencana risiko yang jelas. Gunakan level stop loss sekitar 0.7090 untuk membatasi kerugian, dengan target profit sekitar 0.7025 sesuai peluang penurunan menyusul situasi geopolitik dan data inflasi. Rasio risiko-imbalan yang disarankan minimal 1:1.5 untuk menjaga manajemen modal yang prudent.
Faktor-faktor terkait PMI China, pernyataan kebijakan bank sentral, serta dinamika geopolitik akan menjaga volatilitas AUDUSD. Trader disarankan memantau pergerakan DXY dan komoditas terkait untuk mengambil posisi yang relevan. Jika data China menunjukkan perbaikan signifikan, AUD bisa mendapatkan dukungan meskipun risiko geopolitik tetap ada.